Wagub Malut Letakkan Batu Pertama Masjid Nurul Aqsa, Soroti Masa Depan Pembangunan Daerah Kepulauan

Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Aqsa di Desa Loleba (ist)

HALMAHERA TIMUR, LacakPos.co.id  — Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I, didampingi Wakil Bupati Halmahera Timur, Drs. Ubaid Yakub, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Aqsa di Desa Loleba, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Rabu (30/9/2026).

Kehadiran orang nomor dua di Maluku Utara itu tidak hanya menandai dimulainya pembangunan masjid, tetapi juga menjadi momentum untuk menyoroti pentingnya perhatian terhadap rumah ibadah serta karakter Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan.

Bacaan Lainnya
Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I, didampingi Wakil Bupati Halmahera Timur, Drs. Ubaid Yakub, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Aqsa di Desa Loleba (ist)

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung sekitar pukul 16.53 WIT dan disaksikan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pembangunan, serta warga Desa Loleba.

Pembangunan Masjid Ditaksir Rp2,5 Miliar

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Aqsa, Iswar Asar, S.T., mengungkapkan pembangunan masjid masih berada pada tahap awal dan sejauh ini mengandalkan swadaya masyarakat.

Berdasarkan perhitungan awal panitia, pembangunan Masjid Nurul Aqsa beserta sejumlah fasilitas pendukung diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar.

“Pembangunan saat ini masih tahap awal. Sumber dana sejauh ini berasal dari uluran dan swadaya masyarakat sekitar,” kata Iswar dalam sambutannya.

Menurutnya, kebutuhan anggaran tersebut tidak hanya mencakup bangunan utama masjid, tetapi juga rumah imam, toilet, taman, area parkir, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Hingga tahap awal pembangunan, dana yang telah dikeluarkan mencapai sekitar Rp70 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembelian material fondasi, biaya tukang, konsumsi, serta kebutuhan awal pembangunan.

Iswar mengatakan kebutuhan anggaran masih dapat berubah setelah penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) rampung dan pembangunan memasuki tahap berikutnya.

Sarbin: Rumah Ibadah Harus Mendapat Perhatian

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menegaskan pembangunan rumah ibadah merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

“Kami berharap perhatian secara khusus terhadap rumah-rumah ibadah. Kalau rumah ibadah bagus, umat beragama bagus, beribadah juga bagus. Insyaallah negeri ini semakin makmur,” ujar Sarbin.

Ia juga mengajak masyarakat Loleba menjaga persatuan dan menyelesaikan berbagai persoalan melalui komunikasi dengan pihak terkait.

“Terima kasih masyarakat Loleba. Mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan. Kalau ada yang perlu dikomunikasikan, ayo kita komunikasikan dengan baik,” katanya.

Dari Masjid ke Isu Daerah Kepulauan

Dalam sambutannya, Sarbin turut menyinggung perjuangan pemerintah dan wakil rakyat terkait regulasi mengenai daerah kepulauan.

Ia mengatakan karakter geografis Maluku Utara yang sebagian besar berupa laut membutuhkan pendekatan berbeda dalam perencanaan pembangunan dan pembiayaan.

“Selama ini kita hanya melihat daratan sebagai indikator, padahal laut kita luas. Maluku Utara itu sekitar 71 persen laut dan sisanya darat,” ujarnya.

Menurut Sarbin, perjuangan tersebut juga dilakukan bersama sejumlah provinsi lain yang memiliki karakter kepulauan.

Ia berharap regulasi mengenai daerah kepulauan dapat segera memperoleh kepastian sehingga aspek fiskal dan pembiayaan pembangunan dapat memperhitungkan karakter wilayah maritim.

“Mohon doa kita bersama agar Undang-Undang Kepulauan bisa disahkan, sehingga beban pembangunan, aspek fiskal dan pembiayaan bisa diperhitungkan. Jangan hanya biaya daratan, tetapi biaya maritim juga harus terukur,” tegasnya.

Perusahaan Diminta Turut Dukung Rumah Ibadah

Sarbin juga mengapresiasi kontribusi perusahaan yang telah berpartisipasi dalam pembangunan di Halmahera Timur.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus diperluas, termasuk untuk pembangunan rumah-rumah ibadah.

“Saya kira semua perusahaan sudah berpartisipasi dengan baik. Karena itu, kami juga berharap seluruh perusahaan di Halmahera Timur membantu rumah ibadah agar pembangunan ini bisa selesai,” katanya.

Peletakan batu pertama kemudian dilakukan sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Nurul Aqsa.

Bagi masyarakat Desa Loleba, pembangunan masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Penulis: Fransisko Mandalika
Kontributor: Lacakpos.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *