Bupati Sangihe Tekankan Pengawalan Bantuan Perkebunan hingga Berbuah Hasil

Caption: Suasana saat penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani. (Rinny/LacakPos)

SANGIHE, LacakPos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mendorong agar program bantuan pengembangan kawasan perkebunan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi penggerak peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat petani.

‎Melalui bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026, sebanyak 94 kelompok tani dengan 1.185 anggota menjadi penerima manfaat program pengembangan komoditas perkebunan, khususnya pala dan sagu.

‎Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari mengatakan, bantuan yang diterima masyarakat harus dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan dan memberikan hasil yang dapat dirasakan petani.

‎“Bantuan yang diberikan jangan hanya berhenti pada proses penyerahan. Kita harus memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik dan memberikan hasil bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Thungari saat penyerahan bantuan secara simbolis di kawasan Pelabuhan Tahuna, Kelurahan Batulewehe, Kecamatan Tahuna Timur, Jumat (11/9/2026).

‎Untuk pengembangan pala, bantuan diberikan kepada 1.048 anggota kelompok tani. Program tersebut terdiri atas rehabilitasi tanaman pala seluas 200 hektare, perluasan areal 600 hektare, serta peremajaan tanaman seluas 300 hektare.

‎Sementara pengembangan komoditas sagu diberikan kepada 137 anggota dari 10 kelompok tani, dengan sasaran penataan tanaman sagu pada lahan seluas 200 hektare.

‎Menurut Thungari, besarnya dukungan pemerintah tersebut harus diikuti dengan pengelolaan yang serius oleh kelompok tani. Karena itu, Dinas Pertanian diminta melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala, sekaligus memberikan pendampingan kepada kelompok tani agar bantuan dapat menghasilkan produktivitas yang maksimal.

‎Perhatian juga diberikan terhadap faktor cuaca. Thungari mengingatkan petani agar mempertimbangkan kondisi lingkungan, terutama ketersediaan air dan potensi dampak El Nino, dalam menentukan waktu penanaman maupun pengelolaan lahan.

‎“Petani perlu memperhatikan waktu penanaman dan kondisi air di sekitar lahan agar benih yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan bantuan yang diberikan tidak menjadi sia-sia,” jelasnya.

‎Ia berharap kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga penyuluh, dan kelompok tani terus diperkuat. Menurutnya keberhasilan pembangunan sektor perkebunan membutuhkan keterlibatan semua pihak mulai dari tahap perencanaan, penanaman, pemeliharaan hingga pemasaran hasil produksi.

‎Dengan pengelolaan yang tepat, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pala dan sagu, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan yang lebih kuat bagi keluarga petani Sangihe.

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda serta perwakilan petani dari berbagai kelompok tani.

‎”Tanah yang subur adalah anugerah, tetapi tangan yang tekunlah yang mengubahnya menjadi kesejahteraan. Bantuan akan bernilai ketika dikelola dengan tanggung jawab dan diwariskan dalam bentuk kehidupan yang lebih baik.”tutup Thungari. (Rinny)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *