‎Pengumuman Top 3 Momo Sangihe 2026 Disorot, Kadis Pariwisata Sangihe Sampaikan Permohonan Maaf

Caption: Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sonny Kapal.(Rinny/LacakPos)

SANGIHE, LacakPos.co.id Perhelatan Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe 2026 menuai sorotan publik setelah terjadi kekeliruan dalam pembacaan nama tiga besar atau Top 3 finalis Momo Sangihe pada malam Grand Final, Jumat (21/8/2026).

‎Grand Final Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe 2026 tersebut digelar di Auditorium J.E. Tatengkeng, Politeknik Negeri Nusa Utara.

‎Insiden terjadi saat pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) mengumumkan nama-nama finalis yang masuk dalam jajaran Top 3 Momo Sangihe. Salah satu nama finalis sempat keliru disebut dan finalis tersebut kemudian maju ke depan panggung.

‎Namun, beberapa saat kemudian, finalis tersebut diarahkan kembali ke posisi awal setelah dilakukan koreksi atas pengumuman. Momen tersebut sontak menjadi perhatian penonton yang hadir dan kemudian ramai diperbincangkan masyarakat serta warganet.

‎Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sonny Kapal, memberikan penjelasan kepada media, Senin (24/8/2026).

‎Sonny menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sangihe atas kekeliruan yang terjadi dalam pelaksanaan Grand Final tersebut.

‎“Kami dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sangihe, khususnya para peserta, keluarga finalis, dan seluruh masyarakat yang menyaksikan jalannya Grand Final,” ujar Sonny Kapal.

‎Menurutnya, insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak penyelenggara agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe maupun kegiatan lainnya di masa mendatang.

‎Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe juga berharap seluruh Ungke dan Momo Sangihe yang telah terpilih dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik.

‎Para duta pariwisata tersebut diharapkan tetap menjalankan peran sebagai representasi daerah dengan penuh tanggung jawab dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.

‎Sonny menegaskan, kejadian tersebut menjadi catatan penting bagi penyelenggara untuk meningkatkan ketelitian, koordinasi, serta profesionalisme dalam setiap tahapan pelaksanaan Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe pada tahun-tahun berikutnya.

‎Penyelenggara pun diharapkan dapat memastikan seluruh proses, terutama pada tahapan pengumuman hasil, dilakukan secara lebih cermat sehingga tidak menimbulkan kebingungan maupun polemik di tengah masyarakat. ‎(Rinny)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *