MINAHASA, LacakPos.co.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar Safari Natal yang dipusatkan di GMIM Petra Sawangan, Kecamatan Tombulu, pada Senin (01/12/25).
Rombongan Safari Natal dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP, bersama jajaran Pemkab.
Dalam kegiatan ini, Hukum Tua Desa Tateli Dua Meike Shelviani Tiwow, SH, turut hadir mengikuti seluruh rangkaian ibadah Safari Natal yang di pustaka di Tombulu, sampai selesai.
Ibadah Safari Natal ini dilayani oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Kembes, Pdt. Jeffry Kalangi, M.Th., dalam pembacaan Alkitab diambil dari Kitab Matius 1:18-21 dan Yeremia 23:1-8. Berlangsung dalam suasana penuh damai.
Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa Ibadah Natal bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebuah peristiwa iman yang memperbarui pengharapan sekaligus memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk merayakan Natal dengan kesederhanaan, menjaga stabilitas keamanan lingkungan, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, serta mewaspadai potensi bencana seiring masuknya musim penghujan.
Pantauan LacakPos, Rangkaian Safari Natal ditutup dengan penyerahan bantuan dan Diakonia Natal bagi warga kurang mampu serta keluarga terdampak stunting dibeberapa wilayah Kab, Minahasa.
Terpisah saat dikonfirmasi, Hukum Tua Desa Tateli Dua, Meike Shelviani Tiwow, SH, menyampaikan bahwa perayaan Natal di lingkungan masyarakat memiliki makna penting dalam memperkuat persatuan dan toleransi. Menurutnya, nilai-nilai ini menjadi pondasi bagi terbentuknya komunitas yang rukun dan damai, sekaligus menumbuhkan suasana harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama yang harus terus dijaga.
Lebih lanjut, Meike Tiwow menjelaskan bahwa momen perayaan Natal juga mampu mempererat tali persaudaraan serta menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara warga. Melalui kegiatan-kegiatan kebersamaan yang dilakukan, masyarakat dapat meneguhkan hubungan sosial yang sehat dan saling mendukung. Hal ini, katanya, menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan desa.
Ia pun menyampaikan harapan agar ke depan, perayaan Natal tidak hanya menjadi rutinitas tahunan atau tradisi semata, tetapi benar-benar menjadi momen refleksi yang membawa perubahan positif bagi setiap individu. Meike berharap nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan kasih semakin melekat kuat dalam diri masyarakat, sehingga semangat saling menghargai dan membantu antar sesama dapat terus hidup dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
( butje)








