Diduga Kepala SMKN 7 Manado ‘Tertutup’ Ketua JSDS: Itu Sangat di Sesalkan

Caption: Ketua Jurnalis Sumikolah Dikda Sulut sekaligus Wakil Sekretaris PWI Sulut, Fanny Waworundeng. (Foto: Franky S/Lacakpos).

SULUT, LacakPos.co.id Diduga oknum Kepala SMKN 7 Manado berulah tertutup terhadap insan pers. Pasalnya sejumlah jurnalis yang hendak melakukan tugas fungsi kontrol di satuan pendidikan SMKN 7 Manado, di dapati Kepala Sekolahnya selalu menghindar dari kuli tinta.

Sebut saja Ferry, Stevy, dan Lantoro jurnalis media online yang beberapa kali datang berkunjung ke SMKN 7 Manado, tak pernah Kepala Sekolah muncul hanya perwakilan guru yang menerima.

“Sudah beberapa kali kunjungi SMKN 7 Manado namun tak pernah Kepala Sekolah hadir, justru yang ada hanya perwakilan guru,” ujar Ferry kesal.

Semestinya Kepala Sekolah bagian dari pejabat publik harus memberi contoh panutan yang baik bukannya tertutup terhadap insan pers.

“Kepala Sekolah itu juga pejabat publik harus memberi panutan kepada siapa saja, tapi jangan lari dari kenyataan terhadap insan pers,” tegas Ferry di iakan oleh Stevy dan Lantoro.

Tolong di catat kunjungan kami datang untuk konfirmasi pelaksanaan TKA dan pekerjaan revitalisasi SMKN 7 Manado.

Jadi sambung Ferry jangan salah di interprestasikan oleh pihak sekolah khususnya Kepala Sekolah yang lari dari kenyataan.

“Iya intinya kami datang ke sekolah hanya mengonfirmasi sebagai tupoksi insan pers, tapi jangan salah interpretasi oleh Kepala Sekolah,” semburnya.

Oleh sebab itu lanjut Ferry cs di minta Dinas Pendidikan Daerah Sulut untuk memberi teguran kepada oknum Kepala SMKN 7 Manado.

Sebab menurutnya apa bila dinas tidak melayangkan teguran, di kuatirkan ulah oknum Kepala Sekolah tersebut menjadi preseden buruk buat pendidikan di Sulut.

“Di minta Dinas Pendidikan Daerah Sulut segera menegur oknum Kepalah Sekolah SMKN 7 Manado,” tegasnya.

Terpisah Ketua Jurnalis Sumikolah Dikda Sulut, Fanny Waworundeng saat di mintai tanggapan mengatakan sangat di sesalkan tindakan oknum Kepala Sekolah SMKN 7 Manado.

Menurut Fanny apa yang sudah di lakukan oleh teman-teman pers itu sah dan di atur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

Nah sambung Fanny yang juga Wakil Sekretaris PWI Sulut menyarankan, semestinya Kepala Sekolah bagian narasumber tak perlu gugup atau menjauh dari insan pers.

“Langkah teman-teman pers itu sudah betul, sebab pers adalah pilar negara maka dari itu terima sebagai mitra kerja untuk membangun pendidikan di Sulawesi Utara,” ujar Ketua Sumikolah Fanny Jumat,(7/11/2025) di BPMP Pineleng.

Jadi ungkap Fanny menyarankan jadikanlah insan pers sebagai bentuk kemitraan, tidak usah di lihat dari sudut pandang negatif.

Saya meyakininya bila kemitraan terjalin dengan baik maka semua tidak akan ada terjadi persoalan di kemudian hari.

“Marilah kita semua selalu untuk bergandengan tangan, memperkuat sinergitas dan kolaborasi pada satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB di Sulawesi Utara,” tukas Fanny di iyakan Arnol Bendahara JSDS.

Sementara itu Kepala SMKN 7 Manado saat di hubungi melalui sambungan WhatsAp pribadi 082118582… nadanya berdering tapi tidak diangkat hingga berita ini di turunkan. (kix)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *