Keselamatan Ditingkatkan, Tiket dan Barang Penumpang Diawasi Ketat oleh KUPP Tahuna

Caption: Pelabuhan Nusantara Tahuna (Foto: Rinny/LacakPos)

TAHUNA – LACAKPOS.CO.ID Tragedi terbakarnya Kapal Motor (KM) Barcelona 5A pada Minggu siang, 20 Juli 2025, mengguncang publik dan menjadi perhatian serius Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna. Menyikapi peristiwa ini, KUPP Tahuna langsung mengambil langkah tegas guna meningkatkan keselamatan pelayaran, khususnya di rute Pelabuhan Nusantara Tahuna menuju Manado.

Caption: Koordinator Sosial Media Response Team KUPP kelas II Tahuna Melfrid Palenewen. (Foto: Rinny/LacakPos)

Koordinator Sosial Media Response Team KUPP Kelas II Tahuna, Melfrid Palenewen, menegaskan bahwa pihaknya kini memperketat pengawasan terhadap seluruh penumpang, dengan fokus pada prosedur ticketing dan pemeriksaan keselamatan.

Bacaan Lainnya

“Kami memperketat pengawasan, khususnya terkait pemeriksaan ticket di atas kapal dan kesehatan pelayaran. Kami menghimbau masyarakat yang akan berlayar untuk membeli tiket hanya melalui agen resmi dengan menyerahkan KTP agar terdaftar di manifest penumpang. Kami juga berharap penumpang tidak membawa barang-barang terlarang yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran,” ujar Melfrid saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (22/7/2025).

Lebih lanjut, Melfrid menjelaskan bahwa pemeriksaan tiket kini dilakukan lebih ketat, baik untuk penumpang yang membeli tiket secara online maupun manual.

“Bagi penumpang yang membeli tiket online, pemeriksaan akan dilakukan menggunakan barcode scan. Sementara yang membeli tiket secara manual, wajib menunjukkan tiket sebelum naik ke kapal. Jika tidak memiliki tiket, maka tidak akan diizinkan menaiki kapal,” tegasnya.

Atas insiden terbakarnya KM Barcelona 5A, pihak Pelabuhan Nusantara Tahuna menyampaikan keprihatinan mendalam serta duka cita kepada para korban.

“Kami turut berduka cita bagi para korban yang meninggal, serta mendoakan kesembuhan bagi korban yang masih dirawat maupun mengalami trauma akibat kejadian tersebut,” ungkapnya.

Sebagai bentuk pencegahan ke depan, Melfrid menghimbau seluruh penumpang untuk lebih memperhatikan keselamatan pribadi dan sesama selama pelayaran. Ia juga menekankan pentingnya peran operator kapal dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara disiplin.

“Untuk masalah ticketing di atas kapal, kami tegaskan tidak diperbolehkan. Operator kapal wajib mendukung pemeriksaan tiket dan tidak memberikan kesempatan kepada penumpang untuk membeli tiket setelah berada di atas kapal. Jika ditemukan, akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

Langkah-langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya KUPP Tahuna dalam mencegah terulangnya tragedi serupa di wilayah perairan Kepulauan Sangihe, serta demi menjamin keselamatan seluruh pengguna jasa pelayaran.
(Rinny)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *