SAMPANG – LACAKPOS-CO.ID – Bertempat di ruang rapat DPRD Kabupaten Sampang, Komisi II mengundang beberapa Dirut Perumda sebagai mitra kerja diantaranya, Dirut Bank Sampang, Direktur Operasional PT. Geliat Sampang Mandiri (GSM) dan Plt. Dirut PDAM.
Tamsul selaku Direktur Operasional PT. Geliat Sampang Mandiri (GSM) yang merupakan Holding Company atau induk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Sampang saat ditemui beberapa awak media memastikan jika dirinya hari ini memenuhi undangan Komisi II untuk menyampaikan serapan anggaran dan progress kinerja sekaligus Rencana Kerja Anggaran TA 2025.
Terkonfirmasi di lapangan, rapat dengar pendapat Komisi II kali ini digelar secara tertutup, dihadiri Ketua Komisi II, Alan Kaisan beserta seluruh anggotanya serta nampak pula hadir Kabag Perekonomian, A. Juwaini, Dirut Bank Sampang Syaifullah Asyik, Dirops PT. GSM, Tamsul dan Plt. Dirut PDAM, Moh. Zuhri didampingi Satuan Pengawas Internal (SPI) PDAM, H. Moh. Yazid serta beberapa staf kesekretariatan DPRD, Kamis (07/11/2024).
Fenomena menarik ketika rapat dengar pendapat digelar dan pada saat giliran Plt. Dirut PDAM Sampang, Moh. Zuhri menyampaikan progress kinerja dan rencana bisnis diusir keluar ruang rapat oleh Ketua Komisi II.
Alan Kaisan beralasan, karena saat PDAM menyampaikan rencana bisnis dan serapan anggaran tidak langsung disampaikan oleh Plt. Dirut PDAM langsung, Pak Zuhri selaku pihak yang bertanggung jawab secara kelembagaan.
Namun disampaikan oleh staf perempuan yang notabene statusnya di PDAM tidak jelas.
Selain itu kata Alan, yang cukup krusial dan substantif, Pak Zuhri tak dapat mempresentasikan existing kebutuhan sejumlah pelanggan dengan rencana bisnis yang akan dikerjakan pada tahun anggaran 2024 ini.
Oleh karena itu pihaknya berharap sebelum digelar pekerjaan paket pipanisasi pada TA 2024, dirinya minta untuk dilakukan revisi perencanaan.
Di samping itu menurut kader muda Partai Gerindra ini, kiranya dipertimbangkan limit waktu yang cukup sempit, karena tersisa 1,5 bln ke depan.
Pihaknya menyoroti pekerjaan proyeksi sambungan pipanisasi pelanggan pada beberapa lokasi di wilayah kota.
Kejanggalan yang didapat dirinya, antara jumlah pelanggan dan pelanggan baru serta pelanggan aktif dan tidak aktif.
Kemudian kata Alan, dari total sambungan baru dengan pelanggan lama ini tak sinkron sehingga dapat disimpulkan rencana bisnis PDAM ini tidak transparan dan akuntabel.
Saya minta minggu depan, hari rabu tepatnya untuk kembali menghadirkan data dan rencana bisnis hasil revisi sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Saya miliki data lengkap kata Alan, jangan main-main lah, ini budget pemerintah yang harus dipertanggung jawabkan.
Terpisah, Moh Zuhri didampingi SPI PDAM, H. Moh Yazid ketika diklarifikasi oleh beberapa awak media memastikan jika berkas pekerjaan paket pipanisasi sudah ada pada Barjas.
“Yang masuk ke Barjas sudah dibuatkan SPK dan tinggal jalan,” tutupnya.
(Az)






