Masjid Nurul Mutthahidah Bunu Tempat Ratusan Warga Melaksanakan  Shalat Idul Fitri 1445 H/2024 M

Prof.Mansyur Achmad KM bertindak sebagai Khatib Idul Fitri 1445 H.(Foto:Andi Nasruddin/Lacakpos.co.id)

ENREKANG – LACAKPOS.CO.ID – Penuh kebahagian Warga Dusun  Bunu  bersama  Pengurus Masjid  melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri di Masjid Nurul Muthahidah Bunu’, Rabu  (10/4/2024) .

Terpantau Jurnalis LacakPos.Co.Id,shalat sunnat Idul Fitri ini dilaksanakan pada pukul 07.15 WIT dengan suasana kegembiraan ratusan jamaah yang penuhi Masjid Nurul Muthahidah dengan gemuruh suara tasbih,i takbir, tahmid dan tahlil dari para jamaah.
Diketahui dari beberapa sumber, membludaknya jamaah yang memenuhi Masjid Besar Nurul Mutthahidah ini  ,banyak warga Bunu di perantauan mudik lantaran Masjid Nurul Mutthahidah kebanggaan Warga Bunu akan diresmikan  Sabtu ,13/4/2024,setelah di  renovasi dan dipercantik.Terlebih yang bertindak sebagai khatib dan pertama kali adalah Guru Besar IPDN Kemendagri RI,Prof.Mansyur.

Adapun Shalat Idul Fitri dipimpin oleh Syafruddin Kade selaku imam kampung Bunu. Sebelum pelaksanaan shalat Ied, terlebih dahulu dilakukan takbir keliling oleh tiga warga yang dimulai dari Nurdin Galib disusul Tahir Ali  dilanjutkan Syafruddin Kade sekaligus memberikan kursus singkat terkait tata cara pelaksanaan shalat Idul Fitri (Ied) yang jatuh pada hari Rabu 10 April 2024 Masehi,1445 Hijriah.

Khutbah yang dibacakan Khatib  Maha Guru ,Profesor.Dr.Drs H.Mansyur Achmad KM ,M.Si , tentang aktualisasi ibadah Puasa Zakat Dan Idul Fitri dalam kehidupan sosial.Dalam khutbah Prof Mansyur mengatakan Alhamdulillah, tahun ini kita kembali bisa merayakan hari kemenangan ini dengan melaksanakan shalat Idul Fitri bersama. Kita patut mensyukuri atas capaian kita melewati bulan suci Ramadan dengan baik.

Semua kembali kepada kesucian diri kita masing-masing seperti ini pertama kali kita dilahirkan tanpa noda dan dosa sedikitpun pada diri kita oleh karena itu marilah kita pertahankan kesucian ini dalam meniti hari-hari kita di masa-masa akan datang.

Idul Fitri yang kita rayakan ini bermakna kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian diri Idul Fitri juga dapat berarti kembali kepada sifat kekikiran kepada sifat dermawan dan kekufuran menjadi kesyukuran dari tinggi hati menjadi rendah hati.

Idul Fitri juga mengembalikan diri dari sifat pendendam menjadi pemaaf ,dari masa terpaksa beribadah menjadi ikhlas dalam beribadah ,dari sikap malas menjadi bersemangat dalam hidup ini, dari permusuhan menjadi persahabatan dan dari pertikaian menjadi persatuan dan kebersamaan,urainya.

Selanjutnya penjabaran makna fitrah sebagaimana diungkapkan tadi merupakan pencerminan sosok keberadaan yang telah dididik dan di tempah oleh ibadah puasa yang dapat memposisikan sebagai manusia termulia disisi Allah sebagaimana firman Allah “sesungguhnya yang termulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa, ” ungkapnya.

Guru Besar  IPDN  ,   Ketua Program Doktor Sekolah Pascasarjana IPDN Kemendagri RI , Wakil Ketua Umum DPP HIKMA menambahkan , hal ini merupakan ujung sebuah perjalanan yang sangat mendalam maknanya bagi kehidupan mental dan spritual.

“Bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, magfirah dan bulan pelepasan umat manusia dari api neraka”.

Idul Fitri (Ied) yang kita rayakan hari ini, bermakna kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian diri.
Kita semua ini adalah titisan dari sumber kesucian yaitu Zat yang Maha Suci Allah SWT, terang Prof Mansyur Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Dosen seluruh Indonesia.

Kemudian,Putra terbaik kelahiran Kampung Bunu, menjelaskan Penjabaran makna fitrah merupakan pencerminan sosok kepribadian yang terdidik dan tertempa oleh ibadah puasa yang dapat menposisikannya sebagai manusia termulia di sisi Allah sesuai firmannya ” Sesungguhnya yang termulia diantara kamu di sisi Allah adalah mereka yang paling bertaqwa,” jelasnya.

Hari Raya Idul Fitri adalah hari bahagia dimana orang harus saling memaafkan. Pada hari ini tidak ada lagi sengketa antara satu sama lain. Pada hari ini juga tidak ada salam atau permintaan maaf yang ditolak, semuanya menerima dengan ikhlas, ini adalah didikan Islam, tata cara inilah yang harus kita laksanakan dalam kehidupan keseharian kita.

“Maka saling bermaaf-maafanlah saudaraku semua, agar jiwa kita bersih dan kembali suci bak bayi yang baru dilahirkan. Semoga kita juga bisa istiqamah setelah menjalankan ibadah puasa dengan perbuatan baik dalam rangka fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan,”urai Prof Mansyur.

Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk sosial ,sehingga kesuksesannya harus melalui bantuan dan dukungan dari orang yang ada di sekelilingnya .Seorang hamba telah dibentuk jiwa sosialnya melalui puasa dan zakat serta seluruh ibadah yang dilakukannya.Maka indikasi kesuksesan pada ibadah seseorang hamba terlihat pada kehidupan sosialnya .

Kesabaran mengajarkan setiap muslim untuk dapat memiliki aksi peduli kepada kehidupan sosial hebat dan sebaik apapun Ramadan yang luka secara individu tetap ini tidak sempurna jika tidak diiringi ibadah sosial yang semakin baik melalui ibadah puasa Ramadan memberi kesempatan meningkatkan kualitas sosial berbagi dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan yang dilandasi oleh ketakwaan dan diwujudkan dengan nilai kemanusiaan .
Puasa Ramadan adalah madrasah efektif meningkatkan rasa yang berkaitan dengan kemanusiaan memberi, mencintai dan peduli .
Hakikat membantu orang lain sesungguhnya membantu diri sendiri untuk menemukan jatah diri kemanusiaan.

Zakat merupakan bentuk pengakuan akan hak milik Allah subhanahu wa ta’ala atas semua harta yang dimiliki manusia dalam ajaran Islam harta bukanlah milik manusia secara mutlak melainkan merupakan titipan dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan membayar zakat umat muslim menunjukkan rasa syukur dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta menjadi serta menjaga hati agar tidak terlalu terikat pada harta benda dianggap sebagai sarana untuk membersihkan harta seseorang dari sifat-sifat negatif seperti keserakahan dalam hal ini zakat berfungsi sebagai alat untuk membentuk karakter kebaikan dan kepedulian sosial oleh karena itu Islam mewajibkan dan menganjurkan mengeluarkan zakat infak dan sedekah bagi yang berpenghasilan lebih.
Yang bertujuan untuk turut menanggulangi kemiskinan yang terkait dengan memperdayaan ekonomi umat dan sekaligus sebagai pembersihan dan pencucian harta kekayaan yang dimiliki .

Alquran sebagai sumber utama dalam ajaran tauhid terimplementasi dalam dimensi-dimensi taqwa tersebut sangat mencerca ketimpangan ekonomi dan mencela ketidakadilan sosial bahkan menyuruh kita untuk menegakkan tatanan sosial yang etis dan egalitarian di samping itu Alquran memegang prinsip keadilan distributif artinya tidak boleh berputar hanya di lingkungan orang-orang kaya sementara kelompok lain yang menderita dalam kemiskinan nikmatnya suasana kehidupan yang dialami umat Islam.

Setiap datang bulan suci Ramadan dan hari Raya Idul Fitri semua bersatupadu menjadi dermawan, membagikan sebagian harta yang dimiliki kepada yang berhak bahkan setiap orang berlomba-lomba memberi maaf tanpa diminta tak ada dendam lagi yang tersisa semuanya terhapus dan kembali kepada fitrah 11 bulan mendatang.

Berhasil tidaknya dan didikan ibadah puasa yang kita jalani kalau nilai-nilai puasa zakat dan Idul Fitri kita mampu wujudkan dalam kehidupan kita. Ibadah-ibadah ritual membias dan membekas serta membawa pengaruh positif pada tatanan kehidupan kita.

“Apabila tidak maka pelaksanaan ibadah tersebut hanyalah sekedar menggugurkan kewajiban yang bersifat individual dan tidak berdampak sosial ke arah aktualisasi upaya-upaya kepedulian sosial,”urainya.

Di penghujung khutbah ini, Pria kelahiran Kampung Bunu  63 tahun lalu ,mengajak seluruh jamaah untuk sejenak menundukkan kepala, memusatkan hati dan pikiran kita kepada Allah SWT seraya memohon kepada Nya semoga kita semua mendapat petunjuk, ampunan dan Ridho Allah, Aamiin, Ya Allah.

Jamaah yang hadir tampak sangat khusyu` melaksanakan ibadah dan mendengarkan khutbah hingga akhir. Sebelum pulang ke rumah masing-masing, seluruh jamaah saling bersalaman dan meminta maaf, bahkan ada yang berfoto ria untuk mengabadikan momen spesial ini.

(Atta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *