JAKARTA – LACAKPOS.CO.ID – Piala Adipura 2022 simbol kota bersih berhasil diraih Kabupaten Minahasa. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr Ir Royke Octavian Roring MSi (ROR) bersama Wakil Bupati Dr Robby Dondokamney SSi MM MAP (RD) berhasil membawa pulang ke Tanah Minahasa Piala Adipura, setelah selama 13 tahun tidak meraih penghargaan daerah paling bersih tingkat Nasional yang diberikan oleh Pemerintah Pusat tersebut.


“Kabupaten/Kota juga perlu terus berbenah dan beradaptasi dengan perkembangan metode pengelolaan sampah sehingga dapat menemukan solusi yang terbaik dalam menangani persoalan sampah,” jelas Siti Nurbaya.


Ia pun menyampaikan terima kasih, kepada Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw yang selalu memberikan pembinaan dengan selalu menopang Pemerintah Kabupaten Minahasa, sehingga saat ini boleh meraih piala Adipura selang 13 tahun.
Lanjut ROR, ini menjadi tantangan bagi Pemkab Minahasa, bagaimana mempertahankan Piala Adipura ini. Mari bersama- sama mengeloh sampah dengan sebaik- baiknya, dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Buanglah sampah pada tempatnya, dengan demikian kita dapat mempertahankan Piala Adipura ini pada Tahun- Tahun yang akan datang,” harap Bupati Minahasa.
Dalam kesempatan yang sama, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Drs Vicky Kaloh, yang mendampingi ROR saat menerima piala Adipura menjelaskan, proses penilaian untuk meraih Adipura sudah dilakukan di Kota Tondano pada Bulan Oktober 2022 lalu.
“Semua yang dinilai oleh tim Kementerian Lingkungan hidup, bisa saya pastikan waktu itu kota Tondano sudah bersih. Adapun hasil pantuan mereka seperti permukiman, jalan, pasar dan pertokoan serta perkantoran dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebut, semuanya sudah sesuai dengan penataan,” ujarnya.
Dari sejumlah kriteria penilaian, menurut Vicky, Kota Tondano dapat menunjukan nilai positif, disebabkan partisipasi dari banyak pihak, seperti ASN, THL, pihak Kecamatan maupun Kelurahan dan masyarakat yang peduli terhadap kebersihan.
“Dari semua kriteria penilaian, puji syukur dapat dilewati dengan baik tanpa hambatan. Dan pada akhirnya Kabupaten Minahasa bisa meraih Adipura,” jelasnya.
Untuk itu yang menjadi konsep penilaian mereka, salah satunya adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, penataan sampah di Kulo itu sudah bagus karena selesai sampah dibuang di TPA langsung ditutupi tanah dan itu bergulir setiap saat.
“Untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang berisiko mencemari air tanah di sekitar lokasi, kita sudah mengantisipasinya dengan menggunakan sistim controlled landfill, atau sampah ditutupi dengan tanah,” katanya.
Lebih lanjut Kaloh mengatakan, Kota Tondano terdapat kawasan terbuka hijau seperti di Sasaran, taman Godbless, serta di beberapa tempat lainnya. Kemudian pada saat tim penilai berkunjung, semua penataan terlihat rapi dan bagus.
“Kemudian mereka melihat dokumen Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) kita, dan itu idealnya 70 persen penanganan dan 30 persen pengurangan,” bebernya.
Artinya menurut Kaloh, sampah-sampah rumah tangga bisa dipilah, mana yang harus dibawah ke TPA dan mana yang dijual pada Bank Sampah. Kesemuanya itu untuk dapat mengurangi sampah rumah tangga. (*/Angky)






