MINAHASA – LACAKPOS.CO.ID – Rapat Musyawarah Desa (Musrembang) RKPD dan RKP dibuka langsung oleh Camat Mandolang Reyly Yurike Pinasang,SE, pada Jumat (03/02/2023) di Kel Simbar Pandey Jalan Air Hidup Tateli Satu.
Dalam sambutannya ia menyebut masuk di tahun 2023 bahwa ada yang mengatakan ini adalah tahun Resesi dan harus waspada, tetapi di bulan Januari yang sudah terlewati. Saat ini sudah di bulan Februari Resesi itu belum nampak, karena rata-rata yang ada di Kecamatan Mandolang ini bukan resesi malahan banyak yang mengadakan resepsi.
“Pada prinsipnya kehadiran kami di sini sebagai narasumber saja, tetapi yang melaksanakan musrenbang itu adalah Hukum Tua Desa Tateli Satu, karena dalam aturan kami dari pihak Kecamatan memfasilitasi penjadwalan waktu yang ada, supaya semua berjalan sesuai dengan rencana. Karena sebelum musrenbang kecamatan dilaksanakan. Musrembang desa sudah selesai duluan,”ungkap Pinasang.
“Saya hadir di sini sebagai Camat, sebagai Kepala Wilayah Mandolang, jadi apapun keputusan yang diambil atau yang diputuskan tentunya oleh masyarakat dan Hukum Tua Desa Tateli Satu, itu adalah tanggung jawab mutlak dari hukum tua,” terangnya.
“Jadi apapun usulan yang terkait pembangunan di desa kabupatan dan provinsi silakan Bapak Ibu saudara-saudari diusulkan nanti akan dipertimbangkan dan akan diputuskan pimpinan daerah,” jelasnya Camat Reyly.
Dengan merespon petunjuk-petunjuk atau materi-materi yang disampaikan Camat Mandolang.

“Jadi kalau bantuan atau infrastruktur dari kabupaten atau dari provinsi, itu tergantung usulan yang ada dari desa, untuk itu, bapak ibu tolong apa yang mau diusulkan diusulkan sekarang melalui pemerintah desa, nanti akan diteruskan ke kabupaten dan provinsi,”sebut Toni Pusung.
Saat ini sudah berjalan program ketahanan pangan seperti, peternakan babi atau usaha-usaha kecil lainnya, artinya untuk ketahanan pangan kepada masyarakat sudah berjalan.
Modal yang diberikan untuk di kelola, disaat panen modalnya tetap ada. Jadi modal yang diberikan pemerintah tidak pernah meminta bunga.
“Contohnta modal 20 juta di saat selesai panen modal tetap ada 20 juta jadi yang dipakai oleh kelompok itu hanya bunganya,”terangnya Toni.
Toni juga menyampaikan terkait pidato Gubernur Sulut Olly Dondokambey, “bahwa di setiap desa dimasukkan 100 orang ke BPJS tenaga kerja. BPJS tenaga kerja ini, di luar perangkat desa jumlah yang akan dibayar untuk BPJS tenaga kerja Rp.16.300 iuran, jadi yang mau dimasukkan di sini adalah tenaga kerja Rentan,” tutup Pusung.







