Pemkab Tanah Datar Alokasikan Rp765 Juta untuk Pemulihan 148 UMKM Terdampak Bencana

Foto : Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Datar, Efrison, saat membuka jumpa pers bersama awak media di SMP Negeri 2, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Senin (19/10/2026)/Dok. Lacakpos.co.id

TANAH DATAR — LACAKPOS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) mengalokasikan anggaran sebesar Rp765 juta dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pemulihan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak bencana alam.

Program tersebut menyasar 148 UMKM yang tersebar di sembilan nagari pada lima kecamatan di Kabupaten Tanah Datar. Para pelaku usaha tersebut terdampak bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang terjadi pada November 2025.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Datar, Efrison, saat membuka jumpa pers bersama awak media di SMP Negeri 2, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Senin (19/10/2026), menyampaikan bahwa Kabupaten Tanah Datar mendapatkan alokasi dana TKD sekitar Rp126 miliar.

“Tanah Datar mendapatkan dana TKD sekitar Rp126 miliar, terealisasikan sampai hari ini sekitar Rp50 miliar. Salah satu yang mendapat dana tersebut adalah Dinas KUKMP sebesar Rp765 juta, dan hari ini dilaksanakan pelatihan dan pemberian bantuan bagi pelaku usaha,” ujar Efrison.

Sementara itu, Sekretaris Dinas KUKMP Kabupaten Tanah Datar, Busnika Hamdi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan melalui dua bentuk kegiatan utama, yakni peningkatan kemampuan pelaku UMKM melalui pelatihan serta pemberian bantuan peralatan dan perlengkapan usaha sesuai kebutuhan.

Menurut Busnika, program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku UMKM sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaku UMKM dilakukan melalui tiga paket pelatihan yang berfokus pada kualitas produk, kemasan, dan pemasaran digital.

Pelatihan pertama, yaitu peningkatan kualitas dan nilai tambah produk UMKM, telah dilaksanakan pada 5–6 Agustus 2026. Materinya meliputi peningkatan mutu produk, diversifikasi dan inovasi produk, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan, khususnya bagi pelaku usaha kuliner.

Pelatihan kedua berupa digitalisasi pemasaran produk UMKM yang dijadwalkan pada 19–20 Oktober 2026. Kegiatan ini membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pemasaran melalui media sosial, pemanfaatan marketplace, serta pembuatan konten promosi dan foto produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Selanjutnya, pelatihan peningkatan kualitas kemasan, label, dan paper bag dijadwalkan pada 22–23 Oktober 2026. Materinya meliputi desain kemasan yang menarik dan fungsional, penyusunan label produk sesuai ketentuan, serta penggunaan paper bag sebagai kemasan pendukung.

Busnika berharap rangkaian pelatihan tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan memperkuat kemampuan pemasaran sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain pelatihan, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp466 juta untuk bantuan peralatan dan perlengkapan usaha.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas KUKMP Kabupaten Tanah Datar, Doni, S.E., menjelaskan bahwa bantuan peralatan produksi sederhana tersebut mencakup dua paket peralatan bagi 148 UMKM.

Paket pertama berupa peralatan usaha non-elektronik, seperti wajan dan panci. Paket kedua berupa peralatan elektronik, seperti mixer dan blender.

Pengadaan peralatan tersebut sedang berjalan dan direncanakan selesai pada minggu keempat Oktober 2026. Selain bantuan peralatan produksi, program ini juga mencakup satu paket bantuan bahan kemasan, label, atau paper bag bagi 100 UMKM sektor kuliner.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas tampilan produk, memperkuat identitas usaha, serta menambah nilai jual produk yang dipasarkan kepada konsumen,” ujar Doni.

Ia menambahkan bahwa bantuan peralatan dan perlengkapan usaha tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pelaku UMKM setelah terdampak bencana.

Melalui rangkaian pelatihan dan pemberian bantuan peralatan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap para pelaku UMKM semakin mandiri, produktif, dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Program yang bersumber dari Dana TKD Tahun Anggaran 2026 ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya saing UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah pascabencana.

Upaya pemulihan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membantu pelaku usaha bangkit kembali, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta menciptakan peluang pertumbuhan usaha yang lebih baik di masa mendatang.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *