‎Pelabuhan Tahuna dan Matutuang Direhabilitasi Progres Capai 65 dan 45 Persen

Caption: Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna Melfrid.(Rinny/LacakPos)

SANGIHE, LacakPos.co.id  Rehabilitasi infrastruktur pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, terus dikebut. Hingga September 2026, progres rehabilitasi Pelabuhan Tahuna telah mencapai sekitar 65 persen, sedangkan rehabilitasi Pelabuhan Matutuang berada di kisaran 45 persen.

‎Informasi tersebut disampaikan          Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna Melfrid Palenewen saat dikonfirmasi pada Jumat (11/9/2026). Ia menyebut sejumlah pekerjaan di Pelabuhan Tahuna kini memasuki tahap lanjutan, dengan beberapa fasilitas mulai mendekati penyelesaian.

‎“Progres rehabilitasi Pelabuhan Tahuna saat ini sudah menuju 65 persen.Dermaga satu sudah hampir selesai, sedangkan dermaga dua, tiga dan empat masih dalam proses,” ujar Melfrid.

‎Menurutnya, rehabilitasi Pelabuhan Tahuna mencakup pekerjaan pada empat dermaga. Dermaga I saat ini telah mendekati tahap penyelesaian, sementara pekerjaan pada Dermaga II, III, dan IV masih terus berjalan.

‎Seluruh pekerjaan rehabilitasi Pelabuhan Tahuna ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026

‎Selain Tahuna, rehabilitasi juga dilakukan di Pelabuhan Matutuang. Progres pekerjaan di pelabuhan tersebut saat ini telah mencapai sekitar 45 persen.

‎Melfrid menjelaskan, pekerjaan di Pelabuhan Matutuang mencakup fasilitas dermaga dan trestle, serta pembangunan sejumlah fasilitas pendukung di kawasan darat.

‎Fasilitas tersebut meliputi kantor, gudang, dan terminal penumpang yang menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas pelayanan dan operasional pelabuhan.

‎“Untuk Pelabuhan Matutuang, progresnya saat ini menuju 45 persen. Pekerjaannya meliputi dermaga, trestle dan fasilitas darat berupa kantor, gudang serta terminal penumpang,” jelasnya.

‎Pekerjaan rehabilitasi Pelabuhan Matutuang juga ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.

‎Rehabilitasi kedua pelabuhan tersebut menjadi bagian penting dalam peningkatan infrastruktur transportasi laut di wilayah Kepulauan Sangihe.

‎Keberadaan pelabuhan yang memiliki fasilitas memadai diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarpulau, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.

‎Dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026, percepatan pekerjaan menjadi penting agar seluruh fasilitas dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut. ‎(Rinny)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *