Peresmian Gereja Katolik St. Blasius Kalasey, Simbol Kebersamaan Umat di Minahasa
MINAHASA, LacakPos.co.id – Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP., secara resmi meresmikan Gedung Gereja Katolik St. Blasius Kalasey yang terletak di Desa Kalasey, Kecamatan Mandolang, pada Sabtu (7/2/2026).

Prosesi peresmian berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sukacita, disaksikan langsung oleh Uskup Keuskupan Manado bersama umat Katolik setempat. Sejumlah tokoh dan undangan turut hadir, di antaranya Mantan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE, perwakilan Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Pastor Vikep, Dewan Pastoral Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa, Dewan Pastoral Paroki St. Blasius Kalasey, unsur Forkopimka Kecamatan Mandolang, serta seluruh umat Gereja Katolik St. Blasius Kalasey.
Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan gedung gereja tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan rumah ibadah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat peribadatan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan iman, penguatan persaudaraan, serta penanaman nilai toleransi dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan sarana keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkokoh keharmonisan sosial,” ungkap Bupati.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan, pastor paroki, dewan pastoral, serta seluruh umat yang telah bekerja sama dan berkontribusi sehingga Gedung Gereja Katolik St. Blasius Kalasey dapat diselesaikan dan siap digunakan.
Sebagai tanda diresmikan dan dimulainya penggunaan gedung gereja tersebut, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Bupati Minahasa.
Dalam kegiatan ini, Bupati Minahasa turut didampingi Kepala BAPPELITBANGDA, Plt. Kepala BPBD, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas PMPTSP, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Mandolang, serta jajaran protokoler.
(Butje)






