Rangking 32 Nasional, AGIS Dorong Evaluasi Kepala SMA/SMK di Sulut

Caption: Ketua Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) Dr Drs Arnold Poli M, A, P (Ist)

Hasil TKA 2025 Anjlok, Strategi Kepala Sekolah Dinilai Jadi Penentu

SULUT, LacakPos.co.id Dunia pendidikan menengah di Provinsi Sulawesi Utara tengah berada dalam kondisi memprihatinkan. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025, capaian SMA dan SMK di Sulut hanya menempati peringkat ke-32 dari 38 provinsi secara nasional, kondisi yang dinilai sebagai sinyal darurat pendidikan.

Bacaan Lainnya

Menanggapi capaian tersebut, Aliansi Guru Indonesia Sulawesi Utara (AGIS Sulut) menyampaikan kritik keras terhadap kinerja manajerial satuan pendidikan, khususnya peran kepala sekolah dan pengawas yang dinilai belum optimal dalam mendorong kesiapan akademik peserta didik.

Ketua AGIS Sulut, Dr. Drs. Arnold Poli, M.A.P, kepada reporter LacakPos.co.id, Senin (19/1/2026), menegaskan bahwa rendahnya hasil TKA tidak dapat dilepaskan dari lemahnya strategi kepemimpinan di tingkat sekolah.

Menurut Arnold Poli, seharusnya kepala sekolah dan pengawas membuka ruang pembinaan intensif bagi siswa kelas XII jauh sebelum pelaksanaan TKA. Namun, hal tersebut dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya dan cenderung stagnan.

“Kegagalan TKA ini menjadi indikasi kuat bahwa peran kepala sekolah dan pengawas belum dijalankan secara maksimal, terutama dalam membangun ruang gerak dan pendampingan bagi siswa,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Lebih lanjut, AGIS Sulut juga menyoroti Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang dinilai belum berfungsi secara efektif sebagai wadah strategis peningkatan mutu pendidikan. Arnold Poli menyebut, MKKS seharusnya menjadi ruang diskusi aktif untuk membedah kelebihan dan kekurangan masing-masing sekolah, bukan sekadar forum seremonial.

“MKKS mestinya menjadi tolok ukur profesionalisme kepala sekolah dan pengawas dalam bertukar gagasan serta solusi. Namun realitanya, perannya belum dirasakan signifikan,” ungkapnya.

Sebagai langkah perbaikan, AGIS Sulut mendorong Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi kepala sekolah SMA/SMK. Salah satu rekomendasi strategis yang diajukan adalah penerapan pakta integritas berbasis kemampuan dan kinerja.

Menurut AGIS, kepala sekolah yang terbukti memiliki kapasitas profesional perlu dipertahankan, sementara yang tidak mampu menjalankan fungsi kepemimpinan pendidikan secara efektif sebaiknya digantikan dengan sumber daya guru yang lebih potensial.

“Masih banyak guru berkualitas yang layak diberikan kesempatan memimpin sekolah. Dengan pakta integritas, kami optimistis kualitas pendidikan SMA/SMK Sulut dan hasil TKA 2026 dapat mengalami peningkatan signifikan,” pungkas Arnold Poli.
(kix)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *