Ibadah Minggu GSJA Dipenuhi Sukacita, Jemaat Dikuatkan dalam Pemeliharaan Tuhan

Caption: Suasana saat Ibadah Minggu di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) berlangsung dengan penuh sukacita, hikmat. ( ist)

MINAHASA – LacakPos.co.id Ibadah Minggu di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) berlangsung dengan penuh sukacita, hikmat, dan penguatan iman pada Minggu (14/12/25). Ibadah ini diikuti oleh seluruh jemaat dari berbagai kalangan dan berjalan dengan tertib serta khidmat.

Ibadah dibuka dengan doa oleh Ibu Gembala Mersly Hutagalung, kemudian dilanjutkan dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh Syane Lengkong. Suasana ibadah berlangsung penuh sukacita dan diawali dengan beberapa kesaksian yang menguatkan iman jemaat.

Bacaan Lainnya

Pemberitaan Firman Tuhan disampaikan oleh Ibu Gembala Mersly Hutagalung. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan jemaat bahwa perjalanan hidup dari awal hingga akhir tahun sepenuhnya berada dalam pemeliharaan Tuhan.
“Hidup kita dari Januari sampai di penghujung tahun ini semua karena pemeliharaan Tuhan,” ungkapnya.

Ibu Gembala juga mengutip firman Tuhan dari Yohanes 3 ayat 16, yang berbunyi:
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dalam suasana menjelang Natal, jemaat diajak menyampaikan harapan melalui perwakilan dari Anak Sekolah Minggu, Pemuda/Remaja, Bapak-bapak, dan Ibu-ibu. Perwakilan Pemuda/Remaja, Indah Surentu, menyampaikan, “Harapan kami di Natal ini adalah kesehatan dan kekuatan.” Sementara perwakilan Bapak-bapak, Heski Kamalaheng, juga menyampaikan, “Kami berharap kesehatan dari Tuhan.”

Menanggapi hal tersebut, Ibu Gembala Mersly Hutagalung menegaskan, “Kesehatan adalah hal yang utama agar kita bisa menjemput berkat Tuhan, disertai dengan usaha dan iman.”

Ibadah kemudian ditutup dengan khotbah oleh Bapak Gembala Moudy Surentu, S.Th. Dalam pesannya, ia menguatkan jemaat dengan mengatakan, “Saya percaya kita semua ada dalam pemeliharaan Tuhan. Tuhan tahu isi kantong kita dan isi hati kita, karena itu kita harus percaya sepenuhnya kepada-Nya.”

Rangkaian ibadah diakhiri dengan pengumpulan persembahan dan doa penutup, meninggalkan kesan ibadah yang penuh damai, pengharapan, serta penguatan iman bagi seluruh jemaat yang hadir. ( juandi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *