TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID — Pemerintahan Nagari Batu Taba resmi memiliki nakhoda baru. Destriyanto dikukuhkan sebagai Wali Nagari Antar Waktu oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra dalam upacara pelantikan di Indojolito Batusangkar, Rabu (26/11/2025). Penetapan ini mengakhiri masa kepemimpinan sementara yang dijalankan Penjabat Wali Nagari setelah wali nagari terpilih meninggal dunia beberapa bulan lalu.
Dalam amanatnya, Bupati menekankan bahwa pelantikan Wali Nagari Antar Waktu merupakan mekanisme konstitusional yang dirancang untuk menjaga keberlanjutan pemerintahan di tingkat nagari. Keputusan melalui proses musyawarah nagari, ujarnya, adalah bentuk demokrasi adat yang selaras dengan peraturan perundang-undangan.
Eka Putra menyampaikan apresiasi kepada Ayandi, Penjabat Wali Nagari yang telah menjaga stabilitas pemerintahan selama masa transisi serta mendorong terlaksananya musyawarah hingga terpilihnya wali nagari definitif. Kepada Destriyanto, ia menyampaikan pesan agar kepemimpinan dimulai dengan keterbukaan dan kemampuan merangkul seluruh unsur masyarakat.
“Bangun komunikasi yang baik dengan perangkat nagari, tokoh adat, pemuda, organisasi perempuan, serta seluruh lapisan masyarakat. Kondusifitas dan kebersamaan adalah fondasi pembangunan,” tegas Bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa Wali Nagari tidak dapat bekerja sendiri. Koordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, perangkat keamanan, serta lembaga nagari seperti BPRN, Kerapatan Adat Nagari, dan unsur Bundo Kanduang harus dilakukan secara intensif. Menurutnya, tata kelola yang kuat akan menentukan keberhasilan program jangka panjang dan pelayanan publik.
Bupati turut menyinggung kondisi cuaca ekstrem serta ancaman bencana hidrometeorologi yang sedang dihadapi beberapa wilayah. Karena itu, ia meminta agar wali nagari dan perangkatnya memastikan kesiapsiagaan, terutama dengan perangkat nagari seperti sekretaris, kepala seksi, serta para kepala jorong.
Upacara pelantikan ditutup dengan serah terima Ketua TP-PKK Nagari oleh Ketua TP-PKK Kecamatan Batipuh Selatan. Momentum ini disebut sebagai awal babak baru kepemimpinan Batu Taba—dengan harapan sinergi pemerintahan dan masyarakat dapat membawa nagari menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(**)






