SANGIHE – LACAKPOS.CO.ID – Sebanyak 60 personel dari satuan jajaran TNI AD siap ditugaskan dalam operasi pengamanan pulau-pulau kecil terluar di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Para personel tersebut masing-masing akan diberangkatkan ke dua lokasi strategis, yakni Pulau Marore dan Pulau Kawaluso, yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga dan memiliki posisi penting dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebelum diterjunkan ke lokasi tugas, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti kegiatan pembekalan yang dilaksanakan di Markas Komando Distrik Militer (Mako Kodim) 1301/Sangihe. Pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan seluruh anggota Satgas Operasi Pengamanan Pulau-Pulau Kecil Terluar (Pam Puter) agar siap secara fisik, mental, dan profesional dalam melaksanakan tugas negara.
Dalam sambutannya, Komandan Kodim 1301/Sangihe, Letkol Inf.Suhendro Alim Prayogo, S.sos,M.H.,menekankan pentingnya menjaga disiplin, soliditas, serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat. “Sebagai garda terdepan NKRI, kita harus menjadi contoh teladan bagi masyarakat, serta mampu menjaga stabilitas keamanan di wilayah tugas. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan tetap jaga nama baik satuan,” tegas Letkol Inf.Suhendro Alim Prayogo, pada Sabtu, (14/6/2025).
Selain itu, para personel dibekali dengan materi terkait prosedur pengamanan perbatasan, teknik patroli di wilayah perairan dan darat, komunikasi taktis, serta pengetahuan tentang budaya dan kondisi sosial masyarakat setempat. Hal ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas sekaligus mempererat hubungan TNI dengan masyarakat di pulau-pulau kecil tersebut.
Pulau Marore dan Pulau Kawaluso diketahui sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina. Kedua pulau tersebut sering menjadi perhatian khusus dalam upaya menjaga kedaulatan wilayah perbatasan, mengingat potensi ancaman yang mungkin timbul, seperti pelanggaran wilayah, penyelundupan, maupun aktivitas ilegal lainnya.
Satgas Operasi Pam Puter ini dijadwalkan akan menjalankan tugas selama satu tahun .Para personel akan secara berkala melaksanakan patroli, pengawasan, serta kegiatan teritorial yang bersinergi dengan aparat keamanan lain dan masyarakat setempat.
Pelepasan keberangkatan personel Satgas direncanakan pada Senin 16 Juni 2025. Semangat patriotisme dan kesiapsiagaan yang tinggi menjadi modal utama bagi para prajurit dalam melaksanakan tugas mulia menjaga kedaulatan wilayah NKRI di perbatasan.
(Rinny)







