MANADO – LACAKPOS.CO.ID – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan ketatnya persaingan usaha, Pemerintah Kota Manado tak tinggal diam. Melalui Dinas Pariwisata, upaya penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) kembali digencarkan. Kali ini, 50 pelaku usaha dari berbagai kecamatan diundang dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Menjaga Kuliner Melalui Ekonomi Kreatif”.
Digelar di Kantor Dinas Pariwisata Kota Manado, Rabu (11/06/2025), kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi pelaku usaha lokal yang ingin terus relevan di tengah perubahan zaman. Tak hanya berbicara soal rasa, kuliner kini juga dituntut punya cerita dan strategi promosi yang kuat—terutama di ranah media sosial.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Esther Mamangkey, SE, MM., yang membuka langsung kegiatan tersebut, menekankan pentingnya pelaku ekraf sebagai wajah baru dari sektor pariwisata kota.
“Mereka bukan sekadar pelaku usaha, tapi duta-duta kecil yang memperkenalkan Manado ke dunia. Lewat inovasi, cita rasa, dan cara mereka mempromosikan produk, identitas kota ini terbentuk dan dikenal lebih luas,” ujar Esther.
Bimtek ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi yang memiliki pemahaman mendalam soal tren industri kreatif dan transformasi digital. Materi yang disampaikan tak hanya menyoal teknik, tapi juga strategi adaptasi, pemasaran, hingga membangun daya saing melalui media sosial.
Esther menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkot Manado untuk menyiapkan SDM pariwisata dan ekraf yang inovatif, unggul, dan tangguh menghadapi perubahan.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan alam. Yang membuat wisatawan betah dan kembali adalah pengalaman dan pelaku ekraf adalah penciptanya,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, BUMN, BUMD, serta komunitas lokal sangat penting untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan.
Tak ketinggalan, Esther mengajak para pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada produk, tapi juga memperluas jejaring dan terus belajar. Menurutnya, pembinaan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk pendampingan jangka panjang.
“Kami ingin pelaku usaha di Manado menjadi pribadi yang tidak hanya produktif, tapi juga adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para kepala bidang, pejabat fungsional, dan jajaran Dinas Pariwisata Kota Manado yang turut mendukung proses pembinaan dari balik layar.(Ivan)






