Oknum Wartawan Diduga Dalang Dibalik Penjualan Foto Bupati-Wakil Bupati Ke Sekolah-sekolah

Foto : Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Ahmad Fadly/Dok. Prokopim

TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID – Sebelumnya ramai diberitakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) mengarahkan seluruh sekolah yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar untuk membeli foto Bupati dan Wakil Bupati yang akan di pajang diruang kerja masing-masing dengan harga Rp. 200 Ribu.

Mirisnya Pemerintah Daerah (Pemkab) Tanah Datar melalui Dinas Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) sudah menyediakan foto sepasang kepala daerah tersebut secara gratis untuk seluruh sekolah, kantor dan instalasi pemerintahan dibawah naungannya.

Bacaan Lainnya

“Buat apa beli, kami sudah menyediakan sepasang foto Bupati – Wakilbupati secara gratis, karena keterbatasan personil jadi kami tidak bisa mengantarkan ke dinas masing-masing. OPD atau sekolah silahkan jemput ke Prokopim,” seru Heri salah seorang staf Prokopim, Kamis (20/03).

Heri menambahkan bahwa foto yang disediakan Prokopim memang tidak dilengkapi dengan bingkai, karena menurutnya bingkai foto Bupati sebelumnya masih bisa di pergunakan, jadi akan mubazir jika disediakan kembali bingkai.

“Untuk bingkai, masing-masing OPD bisa menggunakan bingkai foto pasangan Bupati yang lama,” terangnya.

Menanggapi gejolak yang timbul, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Inhendri Abbas mengatakan bahwa yang melakukan pengadaan foto pasangan kepala daerah tersebut adalah salah seorang oknum wartawan, ia memfasilitasi dengan menginstruksikan KKKS untuk mendistribusikan ke sekolah-sekolah foto tersebut karena oknum wartawan itu mengatakan sudah mengatongi restu dari Bupati Eka Putra, SE, MM.

“Karena dia mengatakan sudah izin Bapak Bupati, jadi untuk menghargainya makanya saya instruksikan KKKS untuk membantu mendistribusikan ke sekolah-sekolah, tapi kalua ada gejolak dan tidak kondusif seperti ini biarlah saya tarik kembali instruksi saya ke KKKS dan foto yang sudah terlanjur didistribusikan saya minta untuk dikembalikan,” terang Kadis In Hendri Abbas melalui sambungan telpon, Kamis (20/03).

Sementara itu Bupati Eka Putra menyampaikan bahwa oknum wartawan tersebut memang meminta izin kepadanya untuk menjual foto dirinya dengan Wakilbupati Ahmad Fadly, namun segmennya untuk unit-unit OPD yang tidak mendapatkan jatah foto dari Prokopim, dan ia mempersilahkan oknum wartawan tersebut menjualnya secara mandiri, tidak difasilitasi oleh OPD Dinas terkait.

“Benar dia meminta izin ke saya untuk menjual foto itu, ya saya persilahkan saja dia menjual secara mandiri, tidak kami fasilitasi. Memang kita sudah sediakan sepasang foto kepela daerah untuk semua OPD dan jajarannya, tapi ada unit-unit kerja yang tidak kebagian, misalnya disekolah untuk ruang kelas mungkin tidak kebagian, ya silahkan saja dia jual untuk ruang kelas itu,” ujar Bupati Eka Putra kepada lacakpos.co.id melalui sambungan telpon, Kamis (20/03).(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *