Bupati FDW Buka Sosialisasi PHBS di Amurang Timur, Kebersihan Lingkungan Jadi Perhatian

Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., membuka Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sutan Raja Hotel Amurang. Kegiatan ini mendorong kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pencegahan stunting.

MINSEL, LacakPos.co.id – Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, yang berlangsung di Sutan Raja Hotel Amurang, Kamis (29/10/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati FDW menyoroti sejumlah persoalan lingkungan yang masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Berdasarkan informasi dari Camat Amurang Timur, persoalan yang ditemukan antara lain kebiasaan membuang sampah sembarangan, penggunaan saluran drainase sebagai tempat pembuangan sampah, hingga pengelolaan limbah rumah tangga yang belum memadai dan menimbulkan bau tidak sedap.

Kondisi tersebut, menurut Bupati, tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekaligus meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memulai perubahan dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga saluran drainase tetap bersih, serta mengelola limbah rumah tangga dengan baik harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bupati juga meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan meningkatkan edukasi kepada masyarakat, mengaktifkan kegiatan kerja bakti, serta mengambil langkah penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

PHBS Berperan dalam Pencegahan Stunting

Lebih lanjut, Bupati FDW mengingatkan bahwa penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat memiliki hubungan erat dengan upaya pencegahan stunting.

Lingkungan yang sehat, kebersihan rumah tangga, serta kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan merupakan faktor penting yang mendukung tumbuh kembang anak.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus mendorong pelaksanaan berbagai program nasional, termasuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Bupati mengharapkan adanya koordinasi dan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, puskesmas, kader Posyandu, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Melalui kerja sama tersebut, keluarga yang membutuhkan pendampingan diharapkan dapat diidentifikasi dan memperoleh perhatian secara tepat, sehingga program pencegahan stunting maupun pembenahan lingkungan dapat berjalan lebih efektif.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda penyampaian materi, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara nyata.

Menurut Bupati, membangun lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman membutuhkan komitmen bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Turut Hadir

Hadir dalam kegiatan tersebut Arthur Donald Tumipa, M.Ed., Plt. Asisten Administrasi Umum yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; Frely L. Turangan, S.ST., Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana sekaligus Ketua Pokja IV, mewakili Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Selatan; serta dr. Wiwin Opod, Kepala Dinas Kesehatan, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.

Turut hadir Pdt. Daisye Maindoka, M.Th., Ketua Pokja I TP-PKK Kabupaten Minahasa Selatan selaku narasumber; Meylisa Aring, S.STP., M.Si., Camat Amurang Timur bersama jajaran; Gamariel Gani, S.E.Par., Lurah Pondang; Liviana Kembuan, S.E.Par., Gr., Ketua TP-PKK Kelurahan Pondang; serta Drs. Djemmy Robot, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pondang yang pernah menjabat Kepala Badan Narkotika Kabupaten Minahasa Selatan periode 2015–2017.

Kegiatan tersebut juga diikuti seluruh peserta sosialisasi. (Eka Putra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *