MINAHASA, LacakPos.co.id – Suasana penuh sukacita dan khidmat mewarnai pelaksanaan ibadah Minggu di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA), Minggu (9/8/2026).
Ibadah dipimpin oleh Ibu Mersly Hutagalung selaku pemimpin pujian, sementara penyampaian firman Tuhan dibawakan oleh Gembala Moudy Surentuh, S.Th.
Dalam khotbahnya, Gembala Moudy mengajak jemaat memahami makna kemerdekaan yang sesungguhnya di dalam Tuhan. Pesan tersebut disampaikan dengan berlandaskan pada Roma 6:22-23 dan Galatia 5:13.
Menurutnya, kemerdekaan dalam Tuhan bukan berarti seseorang bebas melakukan segala sesuatu sesuai keinginannya. Sebaliknya, kemerdekaan sejati merupakan kesempatan bagi setiap orang percaya untuk hidup benar, mampu mengendalikan diri serta melayani sesama dalam kasih.
“Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan berarti kita bebas melakukan segala sesuatu, tetapi merdeka untuk hidup benar di dalam Tuhan, mengendalikan diri, dan melayani dalam kasih,” ungkap Gembala Moudy dalam khotbahnya.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jemaat diajak untuk tidak hanya memaknai kemerdekaan secara jasmani, tetapi juga mengalami kemerdekaan rohani melalui kehidupan di dalam Kristus.
Kemerdekaan rohani tersebut diwujudkan dengan meninggalkan kehidupan lama, menjauhi dosa, memiliki pengendalian diri serta hidup dalam ketaatan terhadap firman Tuhan.
Pesan tersebut juga secara khusus diarahkan kepada generasi muda, termasuk anak-anak muda yang sedang berada di luar daerah maupun tinggal di tempat kost.
Mereka diingatkan agar mampu menjaga diri, bijak dalam memilih pergaulan, mengendalikan keinginan serta tetap menjadikan nilai-nilai firman Tuhan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Gembala Moudy turut mengingatkan jemaat melalui Roma 6:23 tentang konsekuensi dosa dan kasih karunia Allah yang memberikan kehidupan kekal melalui Kristus.
Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk meninggalkan kehidupan lama dan menjalani kehidupan baru yang berkenan kepada Tuhan.
Sementara melalui Galatia 5:13, jemaat kembali diingatkan bahwa kemerdekaan yang diberikan Tuhan bukanlah kesempatan untuk hidup menurut keinginan daging, melainkan panggilan untuk saling melayani dalam kasih.
Di penghujung khotbah, Gembala Moudy Surentuh mengajak seluruh jemaat menjadi pribadi yang benar-benar merdeka di dalam Tuhan.
Kemerdekaan itu, menurutnya, tercermin dalam kehidupan yang tidak lagi dikuasai kekecewaan, tidak terbelenggu dosa, serta mampu menjalani kehidupan dengan iman, kasih, pengendalian diri dan kerendahan hati.
Usai penyampaian firman Tuhan, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus sebagai bagian penting dalam mengenang pengorbanan dan kasih Kristus.
Seluruh rangkaian ibadah Minggu berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita, kemudian ditutup dalam suasana ucapan syukur kepada Tuhan. ( Juandi)






