Poltekkes Kemenkes Manado Tuan Rumah Forum APEC Bahas Diabetes, Diikuti Delegasi dari 21 Negara

Devilia Asni Toar, S.Tr.Kes, Humas Poltekkes Kemenkes Manado saat ditemui di sela-sela persiapan kegiatan Forum APEC tentang penanggulangan penyakit diabetes yang akan digelar 1–2 Juli 2025 mendatang Foto : Ivan/lacakpos.co.id

MANADO- LACAKPOS.CO.ID – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Manado bersiap menjadi tuan rumah pertemuan internasional penting yang akan digelar pada 1 hingga 2 Juli 2025. Forum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) yang secara khusus akan membahas strategi penanggulangan penyakit diabetes yang kian mengkhawatirkan secara global.

Pertemuan bergengsi ini direncanakan akan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, sebagai bentuk dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap isu kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian dunia.

Bacaan Lainnya

Menurut Humas Poltekkes Kemenkes Manado, Devilia Asni Toar, S.Tr.Kes, pertemuan ini akan dihadiri oleh peserta dari 21 negara anggota APEC. Namun, satu negara telah menyampaikan ketidakhadirannya, sementara delapan negara lainnya telah memastikan partisipasi mereka, di antaranya Peru, Rusia, Tiongkok, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

“Dari pertemuan ini, kami berharap akan lahir rekomendasi konkret yang tidak hanya bermanfaat bagi Sulawesi Utara, tetapi juga dapat menjadi kontribusi strategis bagi Indonesia dalam penanggulangan diabetes,” ujar Devilia Selasa (24/6/2025)

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hasil forum ini akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi ilmiah dan kebijakan yang akan dibawa ke forum APEC tingkat internasional sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menghadapi tantangan penyakit tidak menular di kawasan Asia-Pasifik.

Dengan menjadi tuan rumah kegiatan internasional ini, Poltekkes Kemenkes Manado tak hanya memperkuat posisi Sulawesi Utara dalam kancah kerja sama internasional, tetapi juga menunjukkan peran aktif Indonesia dalam memerangi penyakit yang kini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.
(Ivan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *