KOTAMOBAGU – LACAKPOS.CO ID-Aktifitas Pembangunan jalan tampal sulam yang lagi berlangsung dikerjakan di Kelurahaan Sinindian Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Motamobagu, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), dugaan Nyata dan Jelas banyak menelan korban.
Akibat pengawasan pekerjaan jalan, dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah ll Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara tidak maksimal, bahkan mereka berdua tersebut jarang berada ditempat pekerjaan.

Buktinya, hasil pantauan langsung dilapangan wartawan www.lacakpos.co.id, dilokasi pekerjaan tersebut, ternyata kontraktor pemenang tender hanya mengejar keuntungan yang besar dibandingkan nyawa manusia, akibat pengawasan PPK dan Kasatker tidak sesuai yang diharapkan.
Jadi, ruas jalan Preservasi yang menghubungkan ruas jalan Onggunoi- Pinolosian- Matali- Torosik lagi melakukan pengalian, untuk tampal sulam, anehnya jalan yang digali tidak langsung dilakukan perbaikan, melainkan hanya dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan dari balai jalan.
“Coba PPK dan Kasatker lebih maksimal juga untuk mengawasi pekerjaan tersebut, mengingat pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor untuk tampal sulam dugaan asal jadi, dan ini nyata sudah terjadi mark up anggaran akibat pengawasan tidak maksimal,” ucap warga.
Buktinya banyak penguna jalan seperti kendaraan roda dua (Motor), dan kendaraan roda tiga becak motor (Bentor), sering terjadi kecelakaan yang serius. Dan kami menduga BPJN Sulawesi Utara bakal membunuh Penguna Jalan akibat proyek tampal sulam
Untuk diketahui proyek Preservasi jalan Onggunoi- Pinolosian -Molibagu- Matali- Torosik tersebut, dikerjakam langsung oleh, PT. Marga Hasta Citra Mukti, sumber Dana APBN Tahun 2024 Rp. 13.225.570.000.00 Miliyar. Dengan nomor kontrak dan juga tanggal kontrak HK. 01-02-Bb 15.7.5/212/ 28 Februari 2024.
Kasatker Wilayah ll BPJN Sulut, Krismono saat dikonfirmasi melalui whatsAppnya sampai berita ini naik tayang tidak mau meresponnya. (Hengky Kaunang)







