Bupati FDW Buka LT-III Pramuka Minsel 2026, Dorong Lahirnya Generasi Muda Berkarakter dan Mandiri

Bupati FDW Buka LT-III Pramuka Minsel 2026, Dorong Lahirnya Generasi Muda Berkarakter dan Mandiri

MINAHASA SELATAN, LacakPos.co.id – Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., secara resmi membuka kegiatan Lomba Tingkat III (LT-III) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Minahasa Selatan Tahun 2026, Rabu (4/11/2026), di Bumi Perkemahan Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda, khususnya Pramuka Penggalang, untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, serta memperkuat semangat persaudaraan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa FDW tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Minahasa Selatan, panitia pelaksana, para pembina, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

Menurut Wongkar, Lomba Tingkat III memiliki arti strategis dalam sistem pembinaan Pramuka Penggalang. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga merupakan sarana mengukur hasil pembinaan di gugus depan sekaligus mengevaluasi kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama.

Berdasarkan informasi penyelenggara, LT-III Tahun 2026 melibatkan seluruh SMP dan MTs se-Kabupaten Minahasa Selatan. Partisipasi tersebut dinilai menunjukkan dukungan satuan pendidikan terhadap pengembangan Gerakan Pramuka di daerah.

Bupati berharap keterlibatan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga kegiatan kepramukaan tidak hanya dilaksanakan saat perkemahan maupun perlombaan, tetapi menjadi bagian dari pembinaan peserta didik secara konsisten dan berkelanjutan di setiap sekolah dan gugus depan.

Dalam pelaksanaan LT-III kali ini, terdapat lima mata lomba yang akan menguji kemampuan dan kesiapan setiap regu, yakni administrasi regu, pionering, cerdas cermat Pramuka, estafet berita, serta PBB atau koloni tongkat.

Setiap mata lomba memiliki nilai pembinaan tersendiri. Administrasi regu melatih ketertiban dan tanggung jawab, pionering mengasah keterampilan teknis serta kerja sama, cerdas cermat memperkuat wawasan kepramukaan, estafet berita melatih kecermatan komunikasi, sedangkan PBB dan koloni tongkat membentuk kedisiplinan serta kekompakan.

Kepada para pembina, FDW juga mengingatkan agar pendampingan terhadap peserta didik tidak berhenti pada persiapan menghadapi perlombaan. Pembinaan kepramukaan harus dilaksanakan secara berkesinambungan agar nilai-nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, dan gotong royong benar-benar tertanam dalam kehidupan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Minahasa Selatan yang berkarakter, terampil, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat persatuan dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi masa depan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Utara, Ir. Artur Katiandago, serta Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Minahasa Selatan, Donny Tampemawa, S.Pd., S.H., M.H., bersama jajaran pengurus Kwarcab Minsel.

Hadir pula Plt. Asisten Administrasi Umum yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan, Arthur Tumipa, M.Ed.; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Dr. Fietber Raco, S.Pd., M.Si.; Kepala Satpol PP, Rommy Rumagit, S.Sos.; serta Camat Amurang Timur, Meylisa Aring, S.STP., M.Si.

Turut hadir Kapolsek Amurang, AKP Johanis Montolalu, yang mewakili Kapolres Minahasa Selatan; Kepala Pos SAR Amurang, Steven Lumowa, S.I.P.; para hukum tua, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, kepala sekolah, pembina Pramuka, serta seluruh peserta LT-III.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Panitia, Pendeta Megawati Rantung, S.Th., yang sekaligus memimpin doa pembukaan.

Dengan dibukanya LT-III ini, Gerakan Pramuka Minahasa Selatan diharapkan semakin berperan sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kualitas sumber daya manusia generasi muda di daerah. (Eka Putra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *