Ibadah Minggu Jemaat Heron Lolobe Berlangsung Khidmat, Pdt. Theodosia Saiya Ajak Jemaat Teladani Kerendahan Hati Kristus

Suasana ibadah Minggu di gedung Greja Heron Loleba kecamatan Wasilei selatan kabupaten Halmahera timur propinsi Maluku Utara (Fransisko/lacakpos.co.id)

HALMAHERA TIMUR – LACAKPOS.CO.ID — Ibadah Minggu di Jemaat Heron Lolobe, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, berlangsung khidmat pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Theodosia Adelheit Saiya, S.Th., dengan pembacaan Alkitab yang diambil dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi 2:1–12. Berdasarkan bahan yang disampaikan, perikop tersebut mengangkat dua pokok utama, yakni nasihat untuk bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus serta ajakan untuk tetap mengerjakan keselamatan.

Bacaan Lainnya

Firman Tuhan tersebut direnungkan melalui tema “Meneladani Kerendahan Hati Kristus dalam Persekutuan.”

Dalam khotbahnya, Pdt. Theodosia menjelaskan bahwa surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi merupakan salah satu surat yang sarat dengan sukacita. Hal itu menjadi menarik karena Paulus menulis surat tersebut ketika berada dalam penjara. Di tengah situasi yang sulit, Paulus tetap memberikan penguatan dan nasihat mendalam mengenai kehidupan orang percaya.

Melalui Filipi 2:1–12, jemaat diajak memahami bahwa salah satu hal penting yang menopang keutuhan persekutuan adalah kerendahan hati. Dalam kehidupan bergereja, tantangan tidak selalu datang dari luar, tetapi juga dapat muncul dari dalam diri manusia, terutama melalui ego, kesombongan, dan keinginan untuk menonjolkan diri.

Perselisihan, perpecahan, dan sakit hati dalam persekutuan dapat muncul ketika seseorang lebih mengutamakan kepentingan pribadi, ingin mendapatkan pujian, atau merasa dirinya paling benar dan paling penting dibandingkan orang lain.

Karena itu, pesan Rasul Paulus dalam Filipi 2:3 menegaskan agar setiap orang tidak melakukan sesuatu berdasarkan kepentingan sendiri atau demi pujian yang sia-sia. Sebaliknya, setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kerendahan hati dan memandang orang lain sebagai sesama yang patut dihargai.

Melalui firman tersebut, jemaat diingatkan bahwa kehidupan dalam persekutuan bukanlah tentang siapa yang paling menonjol, paling dihormati, atau paling berpengaruh, melainkan bagaimana setiap orang bersedia saling melayani, menghargai, dan menjaga persatuan.

Teladan utama dari sikap tersebut adalah Yesus Kristus, yang menunjukkan kerendahan hati melalui ketaatan-Nya kepada kehendak Allah. Sikap Kristus menjadi pedoman bagi setiap orang percaya dalam membangun hubungan yang penuh kasih, menghindari kesombongan, serta mengutamakan kepentingan bersama.

Pesan ini juga menjadi pengingat bagi jemaat agar terus menjaga keharmonisan dalam kehidupan bergereja. Persatuan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perkataan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui ibadah Minggu tersebut, Jemaat Heron Lolobe diajak untuk terus bertumbuh dalam iman, memelihara persaudaraan, serta menjadikan kerendahan hati Kristus sebagai dasar dalam membangun persekutuan yang kuat, rukun, dan penuh kasih.(Fransisko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *