Warga Malifut Bangun Jalan Sendiri, Kinerja Pemkab Halmahera Utara Dipertanyakan

Masyarakat Kecamatan Malifut buat jalan (Fic/lacakpos.co.id)

HALUT, Lacakpos.co.id – Di saat Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara setiap tahun memiliki program pembangunan infrastruktur, masyarakat Kecamatan Malifut justru harus membangun sendiri Jalan Usaha Tani Panaburu yang selama bertahun-tahun rusak dan menjadi keluhan para petani.

Tanpa bantuan anggaran dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, warga bersama pihak swasta bergotong royong membiayai seluruh pekerjaan, mulai dari pembersihan hingga pengecoran jalan.

Bacaan Lainnya
Masyarakat Kecamatan Malifut buat jalan (Fic/lacakpos.co.id)

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, Jalan Panaburu bukanlah persoalan baru. Kerusakannya sudah lama dikeluhkan warga dan disebut berulang kali diusulkan dalam berbagai agenda pembangunan daerah. Namun hingga kini, akses vital yang menjadi urat nadi ekonomi petani tersebut belum juga mendapat perhatian serius.

Kepala Desa Tahane, Rafid U. Basyarun, menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut murni hasil swadaya masyarakat dan dukungan pihak swasta.

“Semua item pekerjaan Jalan Panaburu ini mulai dari pembersihan hingga pengecoran bukan menggunakan dana pemerintah. Seluruh biaya yang dikeluarkan murni bersumber dari swadaya masyarakat ditambah dukungan pihak swasta.”

Bagi masyarakat Malifut, jalan ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Jalan Panaburu merupakan akses utama pengangkutan hasil pertanian yang menopang perekonomian warga. Selama bertahun-tahun petani harus menghadapi medan yang rusak untuk membawa hasil panen mereka ke pasar.

Ironisnya, di tengah berbagai program dan janji pembangunan yang terus digaungkan pemerintah daerah, masyarakat justru menunjukkan bahwa kebutuhan mendasar mereka harus diselesaikan dengan kemampuan sendiri.

Pembangunan Jalan Panaburu kini menjadi simbol keberhasilan gotong royong warga.

Namun di sisi lain, keberhasilan tersebut juga menjadi sorotan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat pedesaan.
Ketika warga mampu mengumpulkan dana, tenaga, dan komitmen untuk membangun jalan yang telah lama mereka butuhkan, publik pun mulai mempertanyakan satu hal:

Mengapa masyarakat yang harus bergerak lebih dulu untuk membangun jalan yang selama ini menjadi tanggung jawab pemerintah?

(Fransisko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *