MINAHASA – LACAKPOS.CO.ID – Usai Kegiatan, Ketua Panitia Workshop Didi Tumbel, SPd kepada wartawan ia menjelaskan terdapat sejumlah pembaruan signifikan pada versi Siskeudes 2.0.7 dibanding versi sebelumnya.
“Dulu, banyak proses yang masih dilakukan manual atau semi-digital, sekarang semuanya terintegrasi dan sudah mengikuti regulasi terbaru dari Kemendagri dan BPKP. Versi 2.0.7 ini lebih stabil, mudah diakses, dan memiliki fitur pelaporan yang lebih akurat,” jelas Tumbel kepada Lacakpos.
Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman teknis operator desa dalam menggunakan aplikasi Siskeudes, sekaligus memperkuat tata kelola keuangan desa secara menyeluruh.
Sebelumnya Workshop Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) bagi para operator desa se-Kabupaten Minahasa resmi dibuka pada Senin, (28/07/2025), bertempat di Tateli Resort. Dan akan berlangsung selama tiga hari sampai dengan Rabu 30 Juli 2025.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, dan dihadiri oleh para Hukum Tua serta perwakilan dari 227 desa yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa.
Dalam sambutannya, Dr. Lynda Watania menyampaikan bahwa penerapan Siskeudes merupakan langkah strategis dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan desa.
“Siskeudes ini bukan sekadar aplikasi, tapi alat bantu penting dalam memastikan setiap rupiah dana desa digunakan dengan tepat sasaran. Pemerintah desa harus mampu memanfaatkan sistem ini secara optimal, sehingga tidak hanya administrasi yang tertata rapi, tetapi juga pembangunan desa menjadi lebih terarah dan terukur,” ujar Watania.
Workshop ini diadakan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas perangkat desa, khususnya dalam memahami dan mengoperasikan versi terbaru Siskeudes, yakni versi 2.0.7 yang mulai diimplementasikan tahun ini.
Hadir dalam kegiatan ini Sekda Minahasa Watania, Kadis PMD Minahasa Arthur Palilingan, Ketua Panitia Didi Tumbel, Hukum Tua Desa Kumu, Ronny Kaunang, yang secara legal diwakili oleh Sekretaris Desa, Nontje Kaunang, dan diikuti perwakilan 227 desa di Kabupaten Minahasa.
(Juandi/BL.Span)







