Sinergi Pemkot Tomohon dan Kementerian PUPR: Dorong Lompatan Infrastruktur dan Layanan Dasar

Wali Kota Tomohon Caroll J. A. Senduk, SH (kiri), bersama Direktur Utama PDAM Tomohon Adrian J. Ngenget, SE. Ak (Kanan), saat mendampingi Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR, Ir. Bob Lombogia (Tengah), di kantor Kementerian PUPR, Jakarta (ist)

JAKARTA – LACAKPOS.CO.ID – Komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam mempercepat pembangunan infrastruktur mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Hal ini tercermin dalam pertemuan antara Wali Kota Tomohon, Caroll J. A. Senduk, SH, bersama Direktur PDAM Tomohon, Adrian J. Ngenget, SE. Ak, dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR, Ir. Bob Lombogia, di kantor Kementerian PUPR, Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara Pemkot Tomohon dan Kementerian PUPR, dengan tujuan utama mendorong percepatan pembangunan berbagai infrastruktur vital, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Wali Kota Caroll Senduk menyampaikan bahwa kemajuan suatu daerah tak bisa dilepaskan dari dukungan infrastruktur yang memadai dan berkelanjutan.

“Kami datang untuk memperkuat sinergi dan menyampaikan kebutuhan daerah secara langsung. Dengan dukungan pemerintah pusat, pembangunan infrastruktur dapat menjadi katalisator kesejahteraan masyarakat Tomohon,” ujar Caroll. Minggu (15/6/2025)

Salah satu agenda prioritas yang turut dibahas adalah pengembangan layanan air bersih melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan pengeboran sumur dalam. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 20 miliar pada tahun 2024 untuk mendukung program tersebut.

Direktur PDAM Tomohon, Adrian J. Ngenget, menilai alokasi anggaran ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Dukungan dana ini bukan hanya memperluas cakupan layanan, tetapi juga memperkuat sistem penyediaan air minum yang andal dan berkelanjutan,” jelas Ngenget.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pembangunan tidak berjalan parsial, tetapi terintegrasi dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Ini bukan sekadar program teknis, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik di Tomohon,” tambahnya.

Melalui pendekatan kolaboratif yang dibangun antara Pemkot Tomohon dan Kementerian PUPR, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat terakselerasi secara merata dan berkesinambungan, membawa Tomohon ke arah kota yang semakin layak huni, modern, dan inklusif.
(Ivan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *