SULUT – LACAKPOS.CO.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar Menengah ( Wamendikdasmen ) RI Dr Fajar Riza Al Haq bersama isteri dan romobongan datang silaturahmi di Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Balai Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPMP ) Pineleng Minahasa Sulawesi Utara.

Kedatangan orang nomor dua Kemdikdasmen di Nyiur melambai sebutan Provinsi Sulawesi Utara kaitan dalam rangka memperingati hari Pendidikan nasional di Kota Manado, sekaligus menjadi Irup di Lapangan Sparta Tikala.
Usai menjadi Irup Wamendikdasmen Fajar bersama rombongan bertolak menuju UPT BPMP untuk bersilaturahmi dengan para UPT Balai Kemdikdasmen di Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan silaturahmi bersama Wamendikdasmen di buka dengan ucapan selamat datang oleh Kepala UPT BPMP Febry H. J Dien ST. M. JNF. TECH ( MAN ).
“Saya menyampaikan selamat datang Wamendikdasmen RI Fajar Riza Al Haq bersama ibu dan rombongan di kantor UPT BPMP Sulut dalam silaturahmi dengan para UPT Balai Kementerian di Sulawesi Utara, ” ucap Febry Dien di hadapan tamu dan undangan.
Terima kasih ini suatu kehormatan bagi kami atas kunjungan Wamendikdasmen pada silaturahmi di BPMP Sulawesi Utara ( Sulut ).
Sementara Dr Fajar Riza Al Haq dalam sambutan mengatakan kedatangan saya di sini ( BPMP ) di temani oleh isteri tercinta untuk menghadiri silaturahmi jajaran UPT Balai Kemdikdasmen di ruang Auditorium Dr Sam Ratulangi BPMP Sulut.
“Saya sangat terkesan bisa hadir dalam silaturahmi dengan jajaran UPT Balai Kemdikdasmen yang ada di Sulut, sebelum datang di BPMP saya mendapat kehormatan menjadi Irup hari pendidikan nasional 2025 di Lapangan Sparta Tikala Manado Jumat, ( 2/3/2025 ),” ujar Fajar.
Peringatan hari pendidikan nasional 2025 bukan saja sekedar seremonial namun perlu di ketahui semua pihak bahwa Presiden Prabowo Subianto bertekad mewujudkan pendidikan bermutu dan pemerataan tiap-tiap sekolah sesuai tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”.
Maka Menteri Pendidikan Dasar Menengah Abdul Mu’ti, berpesan dan mengajak kita semua untuk terus menggaungkan tema hari pendidikan nasional tahun 2025.
” Saya perlu katakan di sini Kemdikdasmen sesuai arahan Presiden Prabowo terus bekerja melakukan pembenahan perubahan semua lini pada sistim dunia pendidikan,” ujar Jafar dalam penyampaiannya di Auditorium Sam Ratulangi BPMP Sulut Jumat ( 2/3/2025 ).
Kemdikdasmen mengakuinya untuk menuju serta menjadikan pendidikan Bermutu dan profesional itu butuh waktu panjang tidak dengan 1 atau 2 tahun, karena itu di sadari sistim pendidikan saat ini di ibaratkan seperti benang kusut.
Tambah, Wamendikdasmen ada tiga poin penting yang menjadi program Presiden Prabowo yakni revitalisasi sekolah, digitalisasi dan kepedulian terhadap para guru honorer.
“Iya Kemdikdasmen menyadari menuju pendidikan bermutu dan profesional perlu butuh waktu lama. Oleh sebab itu Pemerintahan Prabowo dan Gibran melaunching 3 program unggulan dalam pendidikan,” terang Jafar.
Program revitalisasi sekolah yang di canangkan di Bogor oleh Presiden Prabowo ada ribuan sekolah di Indonesia termasuk Sulut mendapatkan revitalisasi sekolah.
Kemudian ada program berbasis digitalisasi untuk semua sekolah di Indonesia, tujuannya agar ada pemerataan digitalisasi tiap-tiap daerah.
Dan yang tak kalah penting Pemerintah memperhatikan dan peduli terhadap para guru honorer yang telah bekerja mengabdi dalam pendidikan, baik itu kesejahteraan maupun upah atau gaji mereka.
“Ini 3 poin yang menjadi program acuan untuk di laksanakan oleh Kemdikdasmen. Dan kepada UPT Balai sebagai perpanjangan kaki di harapkan dapat mengimplementasikan di daerah masing-masing,” tukasnya.
Lanjut, guna memenuhi standard pendidikan yang ada saat ini Kemdikdasmen telah mengusulkan revisi Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang megatur pendidikan, kepada komisi X DPR-RI dan saat ini sementara digodok dalam pembahasan.
Wamendikdasmen menyentil terkait persoalan guru kerap terjadi di belahan nusantara yang tidak sesuai dengan kompetensi mengakibatkan terjadi tumpang tindih.
Ironinya lagi jika ada intervensi “Garuda” maka akan timbul penilaian like and dislike, oleh sebab itu Kemdikdasmen ke depan akan merubah persepsi seperti itu dan di kembalikan ke pusat.
“Iya terkait penempatan dan lainnya di kembalikan pada Kemdikdasmen. Hal ini untuk menjaga mutu pendidikan dan marwah guru yang berkompetensi,” pungkkasnya.
Turut hadir dalam silaturahmi para Kepala UPT Balai Kemdikdasmen di Sulawesi Utara. ( kix )






