BUKITTINGGI, LacakPos.co.id – Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, bersiap menjadi pusat perhatian para pencinta olahraga lari melalui penyelenggaraan Minang Geopark Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 1 November 2026.
Mengusung tema “Alek Gadang Pelari”, ajang yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan promosi pariwisata dan kepedulian lingkungan ini berhasil menarik minat 3.800 peserta dari berbagai daerah.
Salah satu hal menarik dalam penyelenggaraan tahun ini adalah tingginya keterlibatan pelari dari luar Sumatera Barat. Pekanbaru tercatat sebagai daerah dengan kontribusi peserta terbesar, yakni mencapai 24 persen dari keseluruhan peserta yang telah terdaftar.
Besarnya partisipasi tersebut memperlihatkan daya tarik Bukittinggi sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan olahraga yang sekaligus menawarkan pengalaman wisata alam dan budaya.
Rincian pelaksanaan kegiatan disampaikan dalam konferensi pers Minang Geopark Run 2026 di Gedung Pasar Atas lantai 4, Kota Bukittinggi, Sabtu (31/10/2026).
Dari total 3.800 peserta, sebanyak 1.950 pelari terdaftar pada kategori 5K, kemudian 1.050 peserta mengikuti kategori 10K, sementara 800 lainnya mengambil bagian pada kategori 21K.
Kehadiran ribuan peserta yang turut datang bersama keluarga maupun pendamping diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor perhotelan, usaha kuliner, transportasi hingga pelaku UMKM menjadi bagian dari sektor yang berpotensi merasakan manfaat penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Rute 21K Hadirkan Pengalaman Wisata Geopark
Ketua Geopark Run Series 2026–2027, Ihsan Ramadhi Putra, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menghadirkan sejumlah pembaruan lintasan, terutama untuk kategori 21K.
Penyesuaian rute dilakukan agar peserta memperoleh pengalaman lebih luas dalam menikmati panorama alam serta destinasi unggulan di kawasan Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
Beberapa lokasi yang masuk dalam lintasan peserta antara lain Janjang Koto Gadang, Puncak Taruko, dan Janjang Seribu.
Tidak hanya menghadirkan tantangan olahraga, penyelenggara juga memperkenalkan konsep Geopark Run Passport khusus bagi peserta kategori 21K. Program ini dirancang untuk mendorong pelari mengenal dan menjelajahi berbagai kawasan geopark melalui rangkaian kegiatan Geopark Run.
Berawal dari 1.000 Peserta, Kini Berkembang Menjadi Event Ribuan Pelari
Founder Geopark Run Series, Yv Tri Saputra, mengungkapkan bahwa Minang Geopark Run memiliki perjalanan panjang sejak pertama kali digelar pada 2018 dengan jumlah peserta sekitar 1.000 orang.
Memasuki 2019, konsep penyelenggaraan mengalami pengembangan melalui format ultramarathon pada hari pertama dan marathon pada hari berikutnya. Lintasan kegiatan saat itu melintasi dua kabupaten dengan titik finis di Kota Bukittinggi.
Ketika pandemi melanda, penyelenggaraan tetap dilakukan secara terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya berlangsung pada 2021 di kawasan Lembah Harau dan Payakumbuh, dengan melibatkan 357 peserta terpilih.
Perkembangan berlanjut pada 2022 ketika kegiatan kembali dibuka untuk masyarakat umum di kawasan Sijunjung dan Silokek. Pada penyelenggaraan tersebut, tercatat sekitar 600 pelari dari dalam maupun luar negeri ikut berpartisipasi.
Sementara pada 2023, jumlah peserta meningkat menjadi 1.500 orang dengan rute yang kembali memperkenalkan kawasan sejarah dan geowisata Bukittinggi.
Menurut Yv, perjalanan Geopark Run tidak semata-mata mengejar jumlah peserta ataupun menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda olahraga tahunan. Lebih dari itu, terdapat misi besar untuk memperkenalkan kekayaan geopark, membangun kesadaran menjaga lingkungan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.
Semangat tersebut diwujudkan melalui tagline “Memuliakan Bumi, Mensejahterakan Masyarakat.”
Ia juga menaruh perhatian pada keterlibatan generasi muda setempat dalam pengelolaan kegiatan. Kolaborasi dengan tim yang telah berpengalaman diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak muda daerah untuk mengembangkan kemampuan dalam menyelenggarakan event berskala besar.
Dengan demikian, penyelenggaraan Minang Geopark Run tidak hanya memberikan pengalaman olahraga bagi peserta, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah, penguatan sektor pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat lokal. (Yulianti)






