SANGIHE, LacakPos.co.id – Kepedulian terhadap kampung halaman mendorong Irvan Mamadoa Ogelang, yang akrab disapa IMO, datang dari wilayah selatan Sangihe untuk menemui salah satu calon Kapitalaung Beha, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kunjungan tersebut menjadi wujud perhatian IMO terhadap kampung yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan hidupnya. Bagi dia, Beha bukan sekadar tempat asal, melainkan ruang yang menyimpan kenangan masa kecil, persahabatan, serta nilai-nilai kesopanan, toleransi, dan persaudaraan.
“Beha bukan sekadar kampung halaman, tetapi tempat yang telah membesarkan dan mengajarkan saya arti persaudaraan. Sejauh apa pun saya berada, kenangan dan nilai-nilai yang saya dapatkan di kampung ini akan selalu menjadi bagian dari diri saya,” kata Irvan.
Kenangan kebersamaan dengan teman, saudara, dan keluarga Muslim di Beha meninggalkan kesan mendalam baginya. Perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk membangun hubungan kekeluargaan dan hidup berdampingan dalam suasana penuh toleransi.
Sapaan “Ade Irvan” yang masih melekat hingga kini menjadi salah satu pengingat akan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Beha. Bagi IMO, sapaan sederhana itu mencerminkan hubungan persaudaraan yang terjalin sejak lama.
Dalam kunjungannya, IMO menitipkan harapan agar siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat sebagai Kapitalaung mampu membawa Beha ke arah yang lebih baik. Pemimpin terpilih diharapkan dapat menjaga kedamaian, merangkul seluruh lapisan masyarakat, serta mendorong pembangunan sesuai kebutuhan warga.
Menurutnya, kepemimpinan di tingkat kampung bukan hanya menyangkut penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga tanggung jawab menjaga kepercayaan masyarakat, memperkuat persatuan, dan memberikan pelayanan yang layak.
Ia juga berharap pelayanan publik dan penyaluran bantuan dilaksanakan secara adil, berdasarkan kebutuhan masyarakat serta ketentuan yang berlaku, tanpa membedakan warga berdasarkan pilihan politiknya.
Menjelang pemilihan Kapitalaung, IMO mengajak masyarakat Beha menentukan pilihan secara bijaksana dengan mempertimbangkan karakter, kemampuan, integritas, serta rekam jejak pengabdian masing-masing calon. Menurutnya, kepentingan dan masa depan kampung harus menjadi pertimbangan utama.
Pesan persaudaraan juga disampaikannya kepada seluruh calon Kapitalaung. Ia berharap setiap calon tetap mengedepankan sikap saling menghormati, baik selama proses pemilihan maupun setelah seluruh tahapan demokrasi tingkat kampung berakhir.
Perbedaan pilihan, lanjutnya, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak seharusnya merusak hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Bagi IMO, siapa pun yang terpilih nantinya, menjaga kerukunan dan membangun Beha merupakan tanggung jawab bersama. Persatuan masyarakat harus tetap menjadi landasan untuk mewujudkan kampung yang aman, damai, dan sejahtera.
Kepedulian IMO menjadi pengingat bahwa jarak tidak selalu memisahkan seseorang dari kampung halaman. Meski telah menetap di wilayah lain, kenangan dan nilai-nilai yang tumbuh di Beha tetap hidup dalam dirinya.
Ia berharap Beha terus berkembang, masyarakat memperoleh pelayanan yang adil, serta semangat toleransi dan persaudaraan tetap terpelihara hingga generasi mendatang. (Rinny)






