Trayek Kapal Perintis 2027 Dibahas, Rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna Capai 85 Persen

Kepala UPP Kelas II Tahuna, Melfried Palenewen(Rinny/LacakPos)

SANGIHE, LacakPos.co.id – Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan membahas usulan trayek angkutan laut perintis tahun 2027 untuk melayani wilayah Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro.

Kepala UPP Kelas II Tahuna, Melfried Palenewen, mengatakan usulan trayek tersebut telah dibahas bersama Dinas Perhubungan kabupaten dan provinsi serta pihak terkait di Kementerian Perhubungan. Saat ini, usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari direktorat yang membidangi lalu lintas dan angkutan laut.

“Untuk trayek angkutan perintis tahun 2027, kami sudah menyampaikan usulan bersama pemerintah daerah. Saat ini, kami masih menunggu persetujuan dari direktorat terkait,” ujar Palenewen saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (13/10/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan angkutan laut perintis di wilayah tersebut terbagi dalam dua klaster, yakni klaster Sangihe dan klaster Talaud. Sementara itu, wilayah Siau dilayani oleh pangkalan lainnya.

Untuk klaster Talaud, pelayanan dilaksanakan oleh KM Sabuk Nusantara 70. Adapun klaster Sangihe dilayani KM Sabuk Nusantara 95 dan KM Sabuk Nusantara 109.

Selain membahas usulan trayek kapal perintis, UPP Kelas II Tahuna juga terus memantau perkembangan rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna. Hingga saat ini, progres pekerjaan tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.

“Progres rehabilitasi Pelabuhan Tahuna saat ini menuju 85 persen. Beberapa bagian sudah mulai dibenahi, termasuk jalan dan area parkir. Kami terus mengupayakan agar pekerjaan selesai tepat waktu dengan tetap memperhatikan mutu pekerjaan,” jelas Palenewen.

Pelabuhan Peta Disiapkan untuk Pelayanan Sementara

Seiring berlangsungnya rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna, UPP Kelas II Tahuna juga mempersiapkan pemindahan sementara aktivitas pelayanan kapal ke Pelabuhan Peta.

Menurut Palenewen, pemindahan tersebut diupayakan dapat direalisasikan pada November 2026. Namun, sejumlah persiapan masih harus diselesaikan, termasuk pembersihan Dermaga 1 serta pembenahan fasilitas di Pelabuhan Peta.

“Kami mengusahakan perpindahan ke Pelabuhan Peta bisa dilakukan secepatnya. Saat ini masih ada proses pembersihan Dermaga 1 serta percepatan pembenahan fasilitas pelabuhan,” ungkapnya.

Terkait rencana pemindahan tersebut, UPP Tahuna telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara mengenai penetapan tarif angkutan laut dari Pelabuhan Manado menuju Pelabuhan Peta.

Berdasarkan informasi yang diterima UPP Tahuna, dokumen penetapan tarif tersebut masih berada di Biro Hukum Provinsi Sulawesi Utara.

Palenewen menegaskan, pelaksanaan pemindahan sementara akan disesuaikan dengan kesiapan fasilitas pelabuhan dan pemberlakuan tarif. Karena itu, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan agar pelayanan transportasi laut tetap berjalan selama proses rehabilitasi berlangsung.

Pembahasan trayek kapal perintis 2027 dan persiapan pemindahan sementara pelayanan kapal diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat antarpulau, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. (Rinny)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *