Nyaris Tenggelam Nelayan Asal Sangihe, Anggota Lanal Tahuna Terjun ke Laut Selamatkan Benyamin

Caption: Benyamin Silangen, Nelayan yang di selamatkan. (Rinny/LacakPos)

SANGIHE, LacakPos.co.id Kecelakaan laut terjadi di perairan Pantai Apeng Sembeka, Kelurahan Apeng Sembeka, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (14/1/2026) petang. Seorang nelayan bernama Benyamin Silangen (56), warga Bungalawang RT 01, Kecamatan Tahuna, nyaris menjadi korban akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

Caption: Usai proses evakuasi Nelayan Benyamin Asal Sangihe. (Rinny/LacakPos)

Peristiwa ini bermula saat korban berangkat memancing menggunakan sebuah perahu dari Pantai Bungalawang sekitar pukul 17.00 WITA dengan tujuan perairan Pantai Pelabuhan Tua. Namun, kondisi cuaca yang semakin tidak bersahabat memaksa korban untuk memutuskan kembali ke rumah sekitar pukul 18.30 WITA.

Dalam perjalanan pulang, saat melintas di perairan Pantai Apeng Sembeka, perahu yang ditumpangi Benyamin diterjang ombak besar hingga kemasukan air dan nyaris tenggelam. Menyadari situasi yang membahayakan nyawanya, korban memilih melompat ke laut sambil berteriak meminta pertolongan dan menyalakan senter sebagai tanda darurat.

Teriakan tersebut terdengar oleh seorang warga Kampung Apes, Embo Aso, yang segera memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar. Tidak lama kemudian, sejumlah warga datang ke lokasi untuk memberikan bantuan.

Di saat bersamaan, seorang anggota Lanal Tahuna, (Kls) Rizal Mongoli, yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian, langsung berenang menuju perahu untuk menolong korban. Proses penyelamatan turut dibantu oleh anggota Satgas Marore, Sertu Kevin Budiman, serta warga setempat, Asper Tatengkeng, yang datang membawa tali guna membantu penarikan perahu ke arah daratan.

Dengan kerja sama aparat dan warga, sekitar pukul 19.30 WITA korban bersama perahu berhasil dievakuasi ke pesisir Pantai Apeng Sembeka dalam kondisi selamat. Perahu kemudian diangkat ke darat oleh warga.

Di hadapan media korban mengaku sempat panik dan takut saat insiden tersebut terjadi. Ia mengatakan air laut sempat terminum dan perahu yang digunakannya hampir tenggelam. Dalam kondisi terombang-ambing, korban sempat menangis dan memikirkan nasib istri serta anak-anaknya apabila dirinya tidak berhasil diselamatkan.

“Saya teriak minta tolong sambil menyalakan senter, puji Tuhan beberapa orang langsung datang membantu,” ungkap korban dengan suara bergetar sambil menangis.

Berkat kesigapan aparat TNI AL serta kepedulian masyarakat setempat, kecelakaan laut tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

(Rinny Kampong)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *