Pertanyakan Tindak Lanjut Laporan, Warga Manado Sambangi Kantor Ombudsman Sulut

Kantor Ombudsman Perwakilan Sulawesi Utara di jalan TNI Tikala

MANADO – LACAKPOS.CO.OD – Rey Mawikere salah satu warga Manado menyambangi kantor Ombudsman Perwakilan Sulawesi Utara yang terletak di jalan TNI Tikala Kota Manado, Senin (25/04/2024).

Adapun maksud dan tujuan kedatangannya tersebut mempertanyakan tindaklanjut pengaduan yang telah dilaporkannya ke Ombudsman Sulawesi Utara tertanggal 24 Januari 2024, dimana Rey melaporkan kinerja Dinas Perdagangan Kota Manado yang dipimpin oleh Hendrik Waroka selaku atasan dari UPTD Metrologi Manado.

Bacaan Lainnya
Rey Mawikere diterima petugas piket Ombudsman Perwakilan Sulawesi Utara

Dimana sebelumnya Rey melaporkan ke UPTD Metrologi Manado untuk melakukan pemeriksaan terhadap SPBU 74.951.05 Dendengan Dalam, karena dirinya selaku konsumen merasa ukuran pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut diduga isinya kurang atau isi takaran BBM tersebut tidak sesuai dengan sebenarnya, sehingga mengakibatkan dirinya sebagai konsumen merasa dirugikan.

Menindaklanjuti pengaduan masyarakat tersebut, UPTD Metrologi Kota Manado menurunkan petugas bernama Sonny Runtu dan Felly Wangkay untuk melakukan pemeriksaan di SPBU tersebut pada hari Jumat (06/10/2023).

Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Utara Meilany F. Limpar didampingi Stenly Kalengkiangan saat memberikan klarifikasi kepada pelapor dan juga wartawan

Dan dari hasil pemeriksaan tersebut didapati ada nosel yang telah melewati batas ambang toleransi yang telah ditetapkan oleh Metrologi Legal dan Pertamina.

Namun sayangnya, terkait hasil tersebut pihak UPTD Metrologi Manado tidak pernah memberikan laporan hasil pemeriksaan tersebut kepada Rey selaku pengadu atau konsumen yang dirugikan. Terkait hal itu akhirnya Rey pun menyampaikan keberatan kepada Kepala Dinas Perdagangan Kota Manado, namun tidak juga ada tindaklanjut. Oleh karena itu, akhirnya Rey pun mengadukan hal tersebut ke Ombudsman Sulawesi Utara agar dapat ditindaklanjuti.

Menanggapi kedatangan dari pelapor, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Utara Meilany F. Limpar yang didampingi kepala pemeriksa Stenly Kalengkiangan mengatakan bahwa terkait laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan mengundang pelapor untuk memberikan klarifikasi namun sudah diberikan undangan sebanyak dua kali tetap belum ada klarifikasi.

Kepala Pemeriksa Ombudsman Perwakilan Sulawesi Utara Stenly Kalengkiangan juga menegaskan bahwa apabila sudah tiga kali tidak juga datang, maka Ombudsman dapat melakukan upaya paksa dengan menjemput terlapor memberikan klarifikasinya bahkan tidak tertutup kemungkinan dapat dijerat pasal pidana karena menghalang halangi proses penyidikan.(Steven)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *