Nelayan Asal Nusa Tabukan Hilang, Diduga Akibat Dihantam Ombak Saat Melaut

Foto : Basarnas Manado.

SANGIHE – LACAKPOS.CO.ID – Cuaca buruk, diperairan Sulawesi Utara hampir merata terjadi di 15 Kabupaten/Kota, dimana Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami kenaikan tinggi gelombang disertai angin kencang, Sabtu (17/7/2021).

Data diperoleh harian lacakpos.co.id, Martianus Natingkase asal Desa Nanusa Kecamatan Nusa Tabukan diduga dihantam ombak saat melaut disekitar Pulau Buang.

Bacaan Lainnya

Hal ini dibenarkan oleh salah seorang saksi yang sempat berpapasan dengan korban disekitar Pulau Buang sekira pukul 13.00 Wita.

Diceritakannya, dari pagi hari sampai siang, cuaca bagus dan tiba-tiba selepas pukul 14.00 Wita, anging kencang dan disertai ombak tinggi.

Kepala Kantor Basarnas Manado, Suhri Sinaga menjelaskan bahwa Informasi ini langsung ditindaklanjuti dengan memerintahkan UPT Pos SAR Tahuna agar mempersiapkan anggotanya dan peralatan-peralatan yang akan mendukung proses pencarian korban.

Menurut Sinaga, korban yang berprofesi nelayan, biasanya sudah ada d rumah pada pukul 17.00 Wita, namun sampai pukul 19.00 WITA belum pulang.

“Masyarakat setempat melaksanakan pencarian mandiri di sekitar Pulau Buang sampai jam 22.00 belum menemukan tanda-tanda korban”, terang Sinaga.

Dari laporan saksi mata mengatakan jika ketemu korban 9 mill. Pencarian dibagi beberapa tim, untuk mempercepat penemuan korban, pencarian sampai Sabtu 17 Juli 2021 sore hari ini belum menemukan tanda-tanda korban dan akan dilanjutkan besok hari.

“Kami menghimbau kepada anggota┬á yang melaksanakan operasi pencarian orang hilang di laut agar selalu safety menggunakan life jaket, mengingat saat ini gelombang air laut masih tinggi”, tandas Sinaga sembari mengigatkan setiap pencarian di laut setiap anggota harus jeli melihat kanan kiri agar mempercepat penemuan korban.(YUD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *