Ganja 500,2 Gram Diungkap, Brigjen Pol Victor Lasut : Pelaku Mengkamuflase Dalam Paket Berisi Kerupuk

Kepala BNNP Sulut Didampingi Kepala Bidang kepatuhan internal Kanwil Bea dan Cukai Sulbagtara, Musafak Menggelar Press Conference Senin, (12/07/2021) di Kantor BNNP Sulut Jl 17 Agustus Kota Manado. (Foto: YUDI/LCP)

MANADO – LACAKPOS.CO.ID – Melalui Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), kami mendapat Informasi adanya kiriman, diduga isinya ganja.

Untuk mengelabui para petugas, pelaku mengkamuflase paket kemasan yang isinya kerupuk, dimana barang tersebut dikirim melalui jasa online.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Kepala BNNP Sulut, Brigjen Pol. Drs. Victor J. Lasut, M.M. didampingi Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kanwil Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), Musafak, pada saat press conference di Kantor BNNP Sulut Jl 17 Agusris, Senin (12/7/2021).

Barang Bukti yang diamankan.(Foto:Yudi/lcp).

Kata Lasut, awalnya diungkap pada Kamis (17/06/2021) Tim Narkotika Kanwil Bea dan Cukai Sulbagtara menerima informasi bahwa ada 1 (satu) paket barang kiriman  diduga berisikan narkotika jenis ganja yang dikirim dari Medan kepada seorang pemesan berdomisili di Manado, melalui salah satu jasa pengiriman.

“Tim BNNP Sulut dan Bea Cukai langsung menuju jasa pengiriman, selanjutnya memeriksa, alhasil
paket tersebut berisikan ganja seberat 500,2 Gram “,terang Lasut.

Melalui Control Delivery atas paket tersebut, Tim gabungan berhasil mengamankan penerima dan pemilik yaitu seorang wanita berinisial ANS alias Ima di Kompleks Perumahan Kairagi Kots Manado.

Setelah ANS diamankan ke Kantor BNNP Sulut dan dilakukan pemeriksaan mendalam diketahui pemilik paket sebenarnya adalah seorang pria berinisial MA alias Memed yang posisinya berada di Gorontalo.

MA alias Memed yang berkedudukan di Gorontalo ini adalah pemesan dan pemilik paket ganja sehingga berhasil diamankan juga di Gorontalo.

Menurut Lasut, Diketahui para pelaku merupakan target operasi dari Polda Sulut, BNNP Gorontalo dan BNNP Sulut.

“Kepada para pelaku dijerat pasal 114, 111,142,127 ayat 1, UU Narkotika nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman kurungan penjara minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup”, pungkas mantan Deputy Pemberantasan BNN RI.(YUD)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *