Peringati HANI Secara Virtual, Kaban BNNP Sulut:Menuju Indonesia Bersinar Sedang Kami Lakukan

Kepala BNNP Sulut , Brigjen Pol. Drs. Victor J. Lasut, MM memberikan keterangan usai peringatan HANI 2021 di Kantor BNNP Sulut, Senin 28 Juni.(Foto:Yudi/LCP)

MANADO – LACAKPOS.CO.ID – Rutin dilaksanakan, Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) diperingati setiap 26 Juni dan khusus tahun 2021 ini, pelaksanaannya di mundur menjadi 28 Juni.

Ditengah pandemi COVID-19, peringatan ini dilangsungkan di istana negara yang diikuti secara virtual oleh seluruh BNNP dan BNNK, serta dihadiri oleh Wakil Presiden R.I KH Ma’ruf Amin, para Mentri Kabinet Indonesia Maju juga tamu undangan lainnya, Senin (28/6/2021).

Bacaan Lainnya

Nah, di Sulawesi Utara khususnya Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara peringatan HANI dilaksanakan di kantor BNNP Jalan 17 Agustus dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala BNNP Sulut , Brigjen Pol. Drs. Victor J. Lasut, MM dalam keterangan persnya menuturkan bahwa pelaksanaan peringatan ini lebih bersifat kebersamaan dengan mengadakan berbagai macam lomba yang diinisiasi BNNK.

“Bukan hanya itu, kami juga sedang mempersiapkan taman dibawah laut, nantinya akan diresmikan jika sudah selesai pembuatannya”, terang Lasut sembari menambahkan BNNP Sulut mengikuti Upacara peringatan HANI yang dipimpin Wakil Presiden R.I KH Ma’ruf Amin.

Kata Lasut, dalam momen peringatan HANI, secara khusus Wakil Presiden R.I KH Ma’ruf Amin mencanangkan desa bersih dari narkoba (Bersinar) menuju Indonesia Bersinar.

Menurut mantan Dirkrimum Polda Sulut, Indonesia bersinar dimulai dari desa dan kelurahan, terkait hal tersebut BNNP Sulut sudah memulainya, dimana ada 29 Desa/Kelurahan rawan dengan kategori  bahaya narkoba dan akan dijadikan desa/kelurahan bersinar.

Momen spesial ini, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social ResponsibilityCSR) dan dana ini untuk Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika
(P4GN)

“Dana CSR ini difokuskan untuk pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi, kami alokasikan khusus untuk rehabilitasi karena ini sangat menyentuh kalangan bawah masyarakat”, pungkas mantan Deputy Pemberantasan BNN RI.(YUD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *