Kolaborasi BNNP Sulut dan Bea Cukai, Ungkap Tembakau Gorila 20,9 gram Asal Makasar

BNNP Sulut Brigjen. Pol. Drs. Victor Joubert Lasut, M.M bersama Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara Cerah Bangun dan Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Sulut Reinaldo Waluyan saat Press Conference (Prescon) di ruang serba guna Jalan 17 Agustus, Senin 4/06/2021. (foto:Yudi/lcp)

MANADO – LACAKPOS.CO.ID – Kolaborasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara (Sulut) dan Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Utara berhasil mengungkap penyalagunaan narkotika jenis tembakau gorila.

Barang Bukti.

Kami mendapat informasi dari Bea Cukai dan secara bersama-sama melakukan penelusuran seputar control delivery atau pengiriman, sehingga berhasil mengamankan CAS alias Agus dan DS alias Danang di daerah Bolaang Mongondow.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Kepala BNNP Sulut Brigjen. Pol. Drs. Victor Joubert Lasut, M.M.dalam Press Conference (Prescon) di ruang serba guna Jalan 17 Agustus, Senin (14/06/2021).

“Setelah melakukan pengembangan, kami mengamankan 15 orang, namun dari hasil penyelidikan hanya 9 orang yang memenuhi unsur dalam tindak pidana narkotika”, terang Lasut didampingi Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara Cerah Bangun dan Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional di Badan Kesbangpol Sulut Reinaldo Waluyan.

Ditambahkan Lasut,9 orang yang diamankan bekerja di salah-satu perusahaan yang ada di Bolmong.

Dari keterangan diperoleh bahwa, mereka sudah beberapa kali memesan dan mengonsumsi narkotika,”  dan mereka mengonsumsi tembakau ini di salah sebuah hotel saat hari libur dan “, beber Lasut sembari menambahkan  tembakau gorila ini  berasal dari Makasar Sulawesi Selatan.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara (Sulut) mengamankan barang bukti tembakau gorila satu paket seberat 22,4 gram kotor atau setelah ditimbang bersih sekitar 20,9 gram.

“Akibat perbuatan itu, para pelaku dijerat pasal 127 ayat 1, UU Narkotika nomor 35 tahun 2009,” pungkas mantan Deputy Pemberantasan BNN RI.(YUD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *