Kedatangan Persatuan Pedagang Pasar Atas  di DPRD Bukittinggi, Herman Syofyan: Sesuai Mekanisme Akan Diagendakan Oleh Bamus

Ketua DPRD Kota Bukittinggi Herman Syofyan.(Foto:Gus/lcp)

BUKITTINGGI – LACAKPOS.CO.ID – Kedatangan Persatuan Pedagang Pasar Atas Bukittinggi ke DPRD Bukittinggi, ingin menyampaikan adanya wacana akan meloting ulang toko oleh Pemkot yang telah ditempati pedagang enam bulan yang lalu.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Bukittinggi Herman Syofyan kepada LacakPos,CO ID diruangan Ketua DPRD Bukittinggi, Selasa (25/5/2021).

Bacaan Lainnya

Benar “Kita telah kedatangan Persatuan Pedagang Pasar Atas, sebelumnya telah memasukan surat yang tanggalnya hari ini, namun sesuai mekenisme di DPRD akan diagendakan dulu oleh Badan Musyawarah (Bamus), insya Allah awal bulan depan bisa dilaksanakan.

Sebagai pemerintah eksekutif dan legislative jelas sangat menginginkan kondisi di Bukittinggi berjalan kondusif, sebagai penerima aspirasi rakyat/pedagang sudah pasti akan duduk bersama mencari solusi dan penyelesaian, kalau memang ada terjadi gesekan, ujarnya.

Wakil Ketua Persatuan Pedagang Pasar Atas Syahrul mengatakan kepada Lacakpos.CO ID di DPRD Bukittinggi, bahwa kedatangan ke DPRD untuk menyampaikan keresahan yang terjadi dimasyarakat pedagang, adanya wacana toko yang telah ditempati pedagang sesuai jenis usaha kembali akan diloting.

Pertanyaannya apakah proses yang telah dilakukan pejabat Pemkot Cq Dinas Pasar selama ini tidak sah, atau keputusan Walikota selama ini ilegal atau legal ? “Menurut kami masyarakat pedagang, Walikota Bukittinggi boleh saja berganti, tapi pemerintah masih tetap Pemerintah Kota Bukittingg”, ujarnya.

Lebih lanjut kata Syahrul, kalau proses penempatan pedagang pada pertokoan ini, sudah sangat transparan. Dinas Pasar telah mengumumkan kepada para pedagang yang tokonya korban kebakaran, silahkan mendaftar. Kemudian pendaftaran kembali diperpanjang satu bulan lagi.

Setelah dibagi perjenis dagangan, kemudian dilanjutkan dengan loting yang diselenggarakan oleh Dinas Pasar bersama-sama pedagang. Hal ini dilakukan transparan untuk menghindari terjadinya masalah yang akan ditimbulkan dibelakang hari.

Ditambahkannya, bahkan dari semua pedagang korban kebakaran telah mendaftar, masih banyak petak toko yang berlebih. Kelebihan toko ini diberikan kepada pedagang yang selama ini mengontrak kepada pihak ketiga, setelah lulus seleksi colon penyewa ini juga melalui proses loting.

Artinya proses penempatan toko ini telah diatur pemerintah secara baik dan transparan, nah sekarang toko-toko yang telah ditempati telah dipasang etalase menghabiskan biaya puluhan juta, kembali diwacanakan untuk diloting. Pertanyaannya ada apa dengan Walikota yang baru dilantik belum 100 hari ini ?, ungkapnya.(GUS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *