Terkait Kunjungan HMI ke DPRD Bukittingi, Berikut Penjelasan Ketua DPRD Didampingi Anggota

Jumpapers DPRD Kota Bukittinggi.(Foto : GUS/lcp)

BUKITTINGGI – LACAKPOS.CO.ID – Katanya HMI Bukittinggi mau silaturrahmi dengan DPRD Kota Bukittinggi, begitu diagendakan untuk pertemuan langsung menghujat DPRD mandul, siapa yang menunggangi mereka ?

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Bukittinggi Herman Syofyan bersama anggota DPRD bertempat di Gedung DPRD Bukittinggi, Senin (17/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, peristiwa walk out-nya anggota HMI Cabang Bukittinggi saat mengikuti hearing dengan Anggota DPRD Bukittinggi. Ketua DPRD Bukittinggi Herman Syofyan mengadakan Jumpa Pers dengan wartawan tentang kronologis kejadian.

Bahwa kejadian itu berawal dengan silaturrahmi DPRD Kota Bukittinggi dengan HMI Cab. Bukittinggi,
Permintaan Pengurus HMI Cab. Bukittinggi untuk mohon audiensi melalui surat Pengurus HMI Cab. Bukittinggi No. 45/B/SEK/07/1442 Tanggal 09 Maret 2021 dalam rangka Pengevaluasian kinerja DPRD Kota Bukittinggi dalam rangka 2 Tahun berjalan.

Surat tersebut direspon dengan baik oleh DPRD, menyarankan kepada pengurus HMI agar surat tersebut disampaikan untuk tujuan bersilaturrahmi. Selanjutnya tanggal 08 April 2021, pengurus HMI Cab. Bukittinggi menyampaikan surat Nomor 69/B/SEak/08/1442 perihal mohon silaturrahmi.

Sebagai lembaga perwakilan masyarakat yang tetap selalu menanggapi setiap surat yang masuk, DPRD telah merespon dengan baik, mengagendakan pertemuan melalui Rapat Bamus DPRD, pertemuan tersebut dilaksanakan pada Senin, 17 Mei 2021.

Pada jadwal yang telah ditetapkan, DPRD telah memfasilitasi pertemuan silaturrahmi dengan baik. Walaupun yang menandatangani surat permohonan untuk silaturrahmi tidak hadir dan tercatat sebagai pengurus HMI Cab. Bukittinggi Periode 2019-2020, DPRD tetap menfasilitasi pertemuan tersebut.

Pada awal pertemuan Ketua DPRD telah menjelaskan mengenai prosedur administrasi dan penjadwalan kegiatan DPRD yang menyebabkan pertemuan dengan HMI tersebut agak sedikit terlambat, ujarnya.

Pada awal pertemuan DPRD telah memberikan waktu kepada perwakilan HMI yang hadir untuk memperkenalkan diri, dan menyampaikan maksud dan tujuan HMI melakukan pertemuan dengan DPRD.

Terjadi masalah berawal dari penyampaian sambutan yang dirasa kurang pas dari perwakilan HMI, pada awal sambutannya sudah menyampaikan kecewaan kepada DPRD karena menganggap pertemuan ini sudah sangat terlambat direspon.

Menjaga agar situasi, kondisi tetap kondusif, maka DPRD mempertanyakan mengenai kehadiran ketua umum dan sekretaris umum yang menandatangani surat yang ditujukan ke DPRD, agar pertemuan tidak lari dari maksud dan tujuan.

Sebab adanya bahasa-bahasa dari HMI yang seakan akan menjustice, memberikan rapor merah ke DPRD, menggembok DPRD, mengatakan DPRD mandul, dan juga jalannya pertemuan sudah kurang kondusif.

Situasi rapat sudah tidak terkontrol dan tidak sesuai lagi dengan maksud dan tujuan pertemuan, diawali dengan keputusan HMI untuk meninggalkan rapat, maka DPRD mengambil sikap untuk menutup rapat pertemuan dengan HMI,

Photo Rahmi Brisma Anggota DPRD dari PAN.(Foto : GUS/lcp)

Ditambahkan anggota DPRD dari PAN Rahmi Brisma mengatakan, kota Bukittinggi yang kecil 25 Km persegi ini harus diciptakan situasi yang kondusif ditengah-tengah masyarakatnya.

“Kita melihat akhir-akhir ini banyak peristiwa terjadi, baik pada Musda Partai Politik, Organisasi Kemasyarakatan, seakan-akan dibuat blonder” Nah sekarang apa gerangan yang terjadi dengan HMI, tidak ada angin, tidak ada hujan, datang-datang memasang spanduk DPRD mandul, mau gembok DPRD, ingin mengevluasi kinerja anggota Dewan, diduga ada pihak-pihak yang menunggangi, pungkasnya.(GUS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *