Praktisi Hukum Defriyon : Diduga Ada Upaya Pelemahan Satpol PP, Menyebabkan Menjamurnya PKL

Praktisi Hukum Defriyon SH.MH.(Foto: GUS / lcp)

BUKITTINGGI – LACAKPOS.CO.ID – Diduga ada upaya pelemahan Satpol PP, menyebabkan menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) DI Bukittinggi.

Hal ini disampaikan Praktisi Hukum Defriyon SH.MH kepada LacakPos.co.Id di Sekretariat PWI Bukittinggi Belakang Balok Bukittinggi, Rabu (5/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, melihat kondisi Kota Bukittinggi sekarang ini sangat sembraut, di Aur Kuning macet minta ampun jangankan mobil, motor saja susah lewat.

Hebatnya, pemerintah sekarang, bukan menertibkan PKL yang seenaknya menggelar dagangan dimana-mana, tapi justru melaksanakan bazar ditengah jalan didepan rumah dinas, kalau mengadakan bazar biasanya kan ditanah lapang, ujarnya.

Lebih lanjut kata Defriyon, didepan KFC Jalan A Yani sekarang timbul polusi udara. Bauk kencing kuda sangat menyengat, pertanyaannya mungkinkah kota yang sembrawut dengan bauk pesing (busuk) bisa dijual untuk mengundang wisatawan ?

“Kita tentu tidak ingin mendengar alasan, bahwa ini kan hanya suasana bulan puasa saja”. Derfriyon sangat yakin, setelah lebaran jumlah PKL justru semakin membludak seakan-akan ada pembiaran dari orang no 1 di Bukittinggi.

Ditambahkannya kenapa selama ini PKL bisa tertib baik di bawah Jam Gadang maupun di Pasar Aur Kuning, itu disebabkan pimpinan daerah tegas tanpa tebang pilih, dan memfungsikan Satpol PP untuk menegakan Perda Trantib.

Kalau sekarang ada istilah “Pandai-pandai” apakah ini untuk menghadapi Satpol PP ? Yang jelas sekarang pertanyaannya, kenapa begitu beraninya pedagang PKL dimana-mana, seolah-olah ada pembiaran dan unsur melemahkan lembaga penegak Perda (Satpol PP), ungkapnya.(GUS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *